Februari 16, 2026
image - 2025-12-11T110221.998

bharindo.co.id Pontianak,- Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri kembali menggelar program edukasi antiradikalisme bertajuk LENTERA KAPUAS (Literasi, Edukasi, Toleransi Lawan Radikalisme dan Terorisme) di SMKN 6 Kota Pontianak, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini diikuti 250 siswa dari kelas 10 hingga 12.

Katim Pencegahan Densus 88 AT Polri, Ipda Yulius Sugiyanto, S.H., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa mengenai definisi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

“Tujuan kegiatan ini adalah membangun literasi keamanan yang komprehensif di lingkungan sekolah. Siswa perlu memahami konsep IRET secara benar agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi kekerasan,” ujar Ipda Yulius.

Narasumber kegiatan, Briptu Muhammad Mursid, S.H., memaparkan materi mengenai pola rekrutmen, dinamika kelompok, dan kluster ideologi yang kerap menjadi pintu masuk tindakan kekerasan.

“Siswa harus mampu mengenali pola-pola manipulatif tersebut secara dini, karena kelompok intoleran sering menyasar remaja melalui pendekatan emosional dan digital,” jelasnya.

Selain materi tentang radikalisme, kegiatan juga menekankan pentingnya literasi digital, kemampuan menyaring informasi, serta upaya pencegahan perundungan (bullying) sebagai bagian dari strategi mencegah penyebaran ideologi ekstrem di sekolah.

Internalisasi nilai toleransi turut ditekankan sebagai fondasi utama membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

Melalui program ini, Densus 88 berharap siswa memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi indikator awal radikalisasi dan meningkatkan kesadaran kolektif tentang bahaya bullying dan kekerasan berbasis ideologi.

Kegiatan “LENTERA KAPUAS” menjadi salah satu komitmen Polri untuk terus memperkuat ketahanan sekolah dari ancaman radikalisme melalui edukasi dan pendekatan preventif. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *