Februari 10, 2026
image - 2025-12-12T191524.525

bharindo.co.id Jakarta Utara,- Sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak psikologis yang dialami siswa-siswi usai kecelakaan yang terjadi di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, Tim Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya bersama Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Jakarta memberikan pendampingan Psychological First Aid (PFA), Kamis (11/12).

Pendampingan ini ditujukan kepada siswa, saksi, hingga keluarga korban yang merasakan guncangan emosional akibat peristiwa tersebut. Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk membantu mengurangi dampak psikologis di masa awal pascakejadian.

“Pendampingan ini dilakukan sebagai respons cepat atas guncangan emosional yang dialami para siswa, saksi, dan keluarga korban,” ujar Kabag Psikologi, Jumat (12/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, tim psikologi membantu siswa mengenali dan mengelola reaksi psikologis awal, memberikan rasa aman, serta meredakan kepanikan yang muncul akibat kejadian mendadak. Melalui PFA, baik anak-anak maupun orang tua mendapatkan penguatan emosional dan dukungan untuk menenangkan diri dari kondisi traumatis.

Sebanyak 10 personel psikolog dan konselor Polda Metro Jaya, ditambah lima psikolog dari IPK HIMPSI Jakarta, diterjunkan untuk memberikan layanan dukungan emosional, pendampingan keluarga korban, serta observasi awal bagi siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Seluruh rangkaian pendampingan dilakukan dengan pendekatan ramah anak, suasana kondusif, serta metode yang menekankan pemulihan rasa aman. Tim psikologi juga terus memantau kondisi siswa dan siap melakukan pendampingan lanjutan apabila diperlukan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah jika diperlukan. Dukungan psikologis kami pastikan optimal agar siswa dan keluarga bisa melewati masa pemulihan dengan lebih tenang,” tambah Kabag Psikologi.

Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan psikososial bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan yang berisiko mengalami dampak psikologis setelah insiden traumatis.

“Pendampingan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan emosional, mengembalikan rasa aman, dan mendukung proses belajar siswa secara normal,” pungkas Kabag Psikologi. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *