bharindo.co.id Jayapura,- Kepolisian Daerah (Polda) Papua melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepastian tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif “Papua 60 Menit” yang digelar di Studio LPP TVRI Jayapura, Jumat (12/12). Dialog ini menghadirkan Kanit 2 Subdit I Indagsi Ditkrimsus Polda Papua AKP Fredy Nixon Joulouis Simatauw dan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Provinsi Papua Herman Bleskadit, S.E., M.M., dengan dipandu presenter Ahmad Awantanu.
Dalam pemaparannya, Herman Bleskadit menegaskan bahwa stok bahan pokok di wilayah Papua masih mencukupi dan dipastikan aman hingga Januari 2026. Ketersediaan tersebut, kata dia, menjadi hasil pemantauan rutin pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Senada dengan itu, AKP Fredy Nixon menyampaikan bahwa hasil pengecekan Satgas Pangan menunjukkan stok pangan, khususnya beras, diperkirakan mampu bertahan hingga Februari 2026, termasuk pasokan yang masih dalam proses pengiriman.
“Kami dari Satgas Pangan memastikan distribusi pangan aman, dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di semua tempat juga dalam kondisi aman,” tegas AKP Fredy.
Terkait pengawasan, Polda Papua secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor dan instansi terkait sebanyak dua hingga tiga kali dalam sepekan. Menjelang Natal dan Tahun Baru, intensitas pengawasan tersebut akan ditingkatkan hingga lima kali dalam sepekan.
Meski demikian, Satgas Pangan masih menemukan adanya barang kedaluwarsa di tingkat pengecer, terutama produk makanan anak-anak. Terhadap temuan tersebut, aparat lebih mengedepankan pendekatan persuasif, khususnya kepada pedagang kecil.
“Kami sebagai aparat penegak hukum tidak serta-merta langsung melakukan penindakan. Pedagang juga perlu dibina dan diingatkan,” ujar AKP Fredy.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaku usaha tetap diwajibkan mematuhi regulasi yang berlaku. Jika pelanggaran terus berulang, aparat tidak akan ragu melakukan tindakan represif dan proses penyidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Herman Bleskadit dalam pernyataan penutupnya mengingatkan para pedagang agar tidak memainkan harga bahan pokok.
“Kami menyarankan pedagang untuk tidak memainkan harga karena akan kami tindak tegas hingga pencabutan izin. Kepada masyarakat, kami imbau agar tidak panik atau membeli kebutuhan secara berlebihan karena stok bahan pokok aman dan terjamin hingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2026,” ujarnya.
Polda Papua bersama Satgas Pangan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi dan ketersediaan bahan pokok agar tetap lancar, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di seluruh wilayah Papua selama momentum akhir tahun. (edwns***)
