bharindo.co.id Jakarta,- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajarannya untuk membangun kemandirian dan sistem ketahanan pangan secara berlapis dan berjenjang. Presiden menegaskan keberadaan lumbung pangan harus tersedia hingga tingkat desa sebagai fondasi utama ketahanan wilayah, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah dan jajaran menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/12). Ia menyoroti kondisi bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai pelajaran penting mengenai arti ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Kita harus ada lumbung desa sekarang. Harus ada lumbung kecamatan, kabupaten, provinsi, dan lumbung nasional. Kita akan lakukan itu dan membantu agar setiap kabupaten bisa swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, ketahanan suatu wilayah sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan dalam kondisi darurat, termasuk ketika distribusi pangan terganggu. Karena itu, keberadaan lumbung pangan hingga tingkat desa dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Di hadapan para kepala daerah, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan kehidupan bangsa. Ia menyatakan, setiap bangsa dan peradaban yang mampu bertahan dalam jangka panjang selalu ditopang oleh sistem pangan yang kuat dan mandiri.
“Dasar dari semua kehidupan bangsa adalah kemampuan menjamin makanan bagi rakyatnya. Karena itu, masalah pangan menjadi sangat utama dan swasembada pangan adalah dasar transformasi bangsa kita,” tegasnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan di Papua. Ia menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus dilakukan secara menyeluruh di semua sektor dengan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utamanya.
“Kita harus berani memperbaiki sistem yang tidak sesuai dengan rancang bangun pendiri bangsa. Khusus Papua, pembangunan harus dipercepat di semua bidang,” tutup Presiden Prabowo. (hnds***)
