Februari 10, 2026
image (1)

bharindo..co.id Kutai Timur,- Polres Kutai Timur memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi pengamanan dan pelayanan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyatakan jajarannya siap mendukung dan melaksanakan seluruh kebijakan pengamanan Nataru yang telah dirumuskan secara nasional.

“Kami siap melaksanakan Operasi Lilin 2025 sesuai arahan pimpinan dengan mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya agar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kutai Timur berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKBP Fauzan Arianto, Rabu (17/12/2025).

Kapolres menegaskan, Polri berkomitmen menghadirkan rasa aman serta pelayanan optimal bagi masyarakat selama momentum Nataru. Pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan publik, dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjaga stabilitas kamtibmas.

Kesiapan pengamanan tersebut sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Tahun 2025 yang telah digelar di tingkat nasional. Rapat tersebut membahas pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, saat memimpin rapat di Jakarta, menyampaikan bahwa Operasi Lilin 2025 akan melibatkan ratusan ribu personel gabungan serta mengamankan puluhan ribu objek vital, mulai dari rumah ibadah, simpul transportasi, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata.

Menurut Wakapolri, pengamanan Natal dan Tahun Baru tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan soliditas dan koordinasi lintas sektor.

“Pengamanan Natal dan Tahun Baru adalah tanggung jawab bersama. Sinergi Polri, TNI, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pelayanan publik berjalan efektif, terkoordinasi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Selain pengamanan, rapat koordinasi juga membahas dukungan pemerintah dalam kelancaran mobilitas masyarakat melalui berbagai stimulus transportasi, seperti diskon angkutan laut dan penyeberangan, potongan harga tiket kereta api hingga 30 persen, serta diskon tiket pesawat sebesar 13–14 persen. Kebijakan tersebut akan disosialisasikan secara luas agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat dan akurat.

Rakor juga menyoroti kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seiring meningkatnya curah hujan ekstrem di sejumlah wilayah. Seluruh pemangku kepentingan diminta memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta langkah kontinjensi guna menjamin keselamatan masyarakat selama periode Nataru. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *