Februari 10, 2026
image (21)

bharindo.co.id Jakarta,- Peran Polri dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan internasional. Delegasi Kedutaan Besar Prancis bersama Tim Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan diplomatik ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi Polri dalam memastikan program MBG berjalan cepat, masif, aman, higienis, dan berstandar tinggi. Delegasi meninjau langsung operasional dapur MBG, termasuk sistem pengawasan keamanan pangan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

SPPG Polri Pejaten sebelumnya juga telah menarik perhatian komunitas internasional melalui kunjungan Rockefeller Foundation pada 9 Oktober 2025. Dalam kunjungan yang dipimpin Executive Vice President Rockefeller Foundation Elizabeth Yee tersebut, Polri mendapat apresiasi atas inovasi dalam membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang efisien, aman, dan berbasis pemberdayaan masyarakat. SPPG Polri dinilai sebagai model percontohan tata kelola pangan berkelanjutan.

Komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam Program MBG. Melalui pengelolaan SPPG, Polri menghadirkan dapur MBG percontohan nasional dengan keunggulan pada jaminan kualitas dan keamanan pangan, yang diawasi secara ketat oleh Dokkes Polri sebelum pendistribusian.

Director General for Global Affairs Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, Mrs. Salina Grenet-Catalano, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Prancis terhadap Program MBG Indonesia. Menurutnya, Prancis memiliki komitmen kuat terhadap ketahanan pangan dan gizi, serta pengalaman panjang dalam program makanan sekolah.

“Program makanan sekolah sangat penting bagi perkembangan otak dan kapasitas intelektual anak-anak. Kami melihat program MBG Indonesia sebagai inisiatif yang sangat ambisius dan strategis bagi pembangunan bangsa,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keterkaitan program tersebut dengan produsen lokal dan sektor pertanian guna memperkuat ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Prancis juga mengapresiasi pemanfaatan rumah kaca di sekitar dapur SPPG sebagai upaya penyediaan sayur dan buah segar bagi anak-anak, serta sistem rantai pasok pendek yang mendukung kualitas pangan.

Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menegaskan bahwa Polri mengoptimalkan kekuatan organisasinya untuk mempercepat pemerataan pelayanan MBG di seluruh Indonesia.

“Polri memanfaatkan keberadaan 508 Polres di seluruh Indonesia untuk percepatan pembangunan SPPG. Kami mendorong setiap Polres bersama masyarakat minimal membangun satu SPPG agar layanan Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau penerima manfaat secara cepat dan merata,” katanya.

Ia menambahkan, Mabes Polri telah membentuk Gugus Tugas MBG secara berjenjang, mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, hingga Polres. Gugus tugas tersebut bertugas memastikan seluruh dapur SPPG dikelola sesuai standar pemerintah, dilengkapi SOP ketat, pemeriksaan keamanan pangan, serta sistem pengendalian mutu berlapis.

Selain menjamin kualitas dan keamanan pangan, Polri juga mengintegrasikan nilai budaya dan kearifan lokal melalui pengembangan menu Nusantara di setiap dapur SPPG.

Melalui peran aktif dalam Program MBG, Polri menegaskan bahwa pengabdian Bhayangkara tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam menyiapkan kualitas generasi masa depan bangsa, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. (dns***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *