Menhub Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Kelancaran Angkutan Nataru 2025/2026
bharindo.co.id Jakarta,- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa sinergi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan layanan transportasi selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali.
“Sinergi antarstakeholder merupakan kunci kelancaran pergerakan masyarakat selama angkutan Natal dan Tahun Baru,” ujar Menhub, Selasa (23/12/2025).
Menhub mengapresiasi peran seluruh kementerian dan lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta operator transportasi swasta yang telah bersinergi dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Nataru. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang intens antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi.
Sebagai contoh, Menhub menyoroti kerja sama lintas sektor dalam pengelolaan angkutan penyeberangan rute Merak–Bakauheni. Ia menjelaskan, sejak periode angkutan Nataru sebelumnya, pemerintah telah melakukan pengaturan dengan memecah arus penyeberangan Jawa–Sumatera ke tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bojonegara yang dikelola Pelindo, serta Pelabuhan Merak yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry.
“Tahun ini, pengaturan tersebut diperluas dengan penambahan Pelabuhan Bandar Samudera, sehingga total menjadi empat pelabuhan,” jelas Menhub.
Secara keseluruhan, kolaborasi dan sinergi dilakukan pada seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian. Pada sektor transportasi darat, pemerintah menyiapkan sebanyak 31.433 unit bus dengan kapasitas angkut mencapai 1,21 juta penumpang. Sementara di sektor transportasi laut, disiapkan 715 unit kapal laik laut yang mampu mengangkut hingga 2,89 juta penumpang.
Untuk transportasi udara dan penyeberangan, disiapkan 388 unit pesawat dengan kapasitas 7,69 juta penumpang serta 253 unit kapal penyeberangan dengan daya angkut mencapai 5,01 juta penumpang. Adapun pada sektor perkeretaapian, sebanyak 2.670 unit sarana dan rangkaian kereta disiapkan dengan kapasitas angkut 3,5 juta penumpang antarkota, 2,9 juta penumpang regional, dan 51,6 juta penumpang commuter.
Kesiapan sarana transportasi tersebut didukung oleh berbagai operator, antara lain Perum Damri, PT Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry, PT KAI, operator kereta api BUMD, maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, serta operator swasta di sektor transportasi darat, laut, penyeberangan, kereta api, dan udara.
Lebih lanjut, Menhub menyampaikan bahwa untuk memastikan kebijakan, langkah operasional, serta respons di lapangan berjalan terpadu dan tepat waktu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan melalui Posko Pusat Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang beroperasi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.
Dengan sinergi tersebut, pemerintah optimistis penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. (***)
