Februari 10, 2026
image (21) (1)

bharindo.co.id Bener Merah,- Untuk memulihkan akses masyarakat pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor, Polres Bener Meriah bersama Brimob Kompi Tiga Batalyon B Pelopor memasang tali sling sebagai jalur penyeberangan darurat bagi warga di wilayah terdampak.

Upaya pemulihan tersebut dilakukan menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu. Salah satu dampak terparah adalah terputusnya akses penghubung antara Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah akibat rusaknya fasilitas penyeberangan sungai.

Pada Jumat (26/12/2025), personel Polres Bener Meriah bersama Brimob Kompi Tiga Batalyon B Pelopor melaksanakan pemasangan tali sling di Desa Simpang Rahmat, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. Jalur penyeberangan darurat ini menjadi akses vital bagi warga tiga desa yang sempat terisolasi, yakni Desa Bergang, Desa Pantan Reduk, dan Desa Karang Ampar di Kabupaten Aceh Tengah.

Meski dihadapkan pada medan berat serta arus sungai yang masih berisiko, personel gabungan tetap bekerja maksimal demi memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto menjelaskan bahwa tali sling yang dipasang memiliki spesifikasi khusus untuk menjamin keamanan warga.

“Tali sling yang kami pasang berdiameter 18 milimeter dengan tingkat kekuatan yang lebih besar. Ini dirancang agar aman digunakan warga untuk melintas, termasuk untuk evakuasi orang sakit, lansia, maupun kebutuhan darurat lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemasangan jalur penyeberangan darurat tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi meskipun dalam kondisi pascabencana,” tambah Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa Simpang Rahmat, Marikul, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat aparat kepolisian dan Brimob dalam membantu membuka kembali akses yang terputus.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Bener Meriah dan Brimob. Pemasangan tali sling ini sangat membantu warga kami, terutama untuk aktivitas sehari-hari dan penanganan kondisi darurat,” katanya.

Menurut Marikul, keberadaan jalur penyeberangan darurat tersebut juga berdampak langsung terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

“Selain memudahkan mobilitas warga, sling ini juga membantu pengangkutan hasil pertanian seperti durian dan cabai, sehingga roda perekonomian warga bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Pemasangan tali sling tersebut menjadi bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung pemulihan sosial dan ekonomi warga pasca bencana alam. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *