bharindo.co.id Bogor,— Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyatakan puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 4 Januari 2026 berlangsung terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Kakorlantas menjelaskan, dari proyeksi sekitar 2,9 juta kendaraan yang diperkirakan keluar masuk Jakarta, sebanyak 96 persen telah kembali meninggalkan ibu kota. Dengan kondisi tersebut, Korlantas Polri memutuskan tidak memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contra flow maupun one way.
“Puncak arus balik ini tidak terlalu signifikan. Parameter traffic counting belum memenuhi ambang batas untuk dilakukan rekayasa lalu lintas. Rasio kendaraan belum mencapai 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut, sehingga contra flow tidak diberlakukan,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho di Pos Pengamanan Libur Nataru, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026).
Menurut Kakorlantas, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama periode Operasi Nataru.
Ia juga menyinggung kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga yang menjadi salah satu fokus pengamanan. Kendaraan dengan sumbu tiga dilarang melintas di ruas tol pada waktu tertentu selama masa pengamanan.
“Kebijakan ini penting karena Operasi Nataru merupakan operasi keselamatan. Yang utama adalah keselamatan dan kelancaran lalu lintas, termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kakorlantas menekankan bahwa keberhasilan pengamanan libur Nataru tidak terlepas dari kolaborasi, koordinasi, dan sinergi seluruh stakeholder, mulai dari kementerian dan lembaga, Mabes Polri, hingga jajaran kepolisian di daerah.
“Ini merupakan bagian dari kehadiran negara dalam menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat, mulai dari perayaan Natal, Tahun Baru, hingga arus mudik dan arus balik,” ujarnya.
Terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA), Kakorlantas menilai kebijakan tersebut efektif dalam mengurai kepadatan arus lalu lintas. Menurutnya, kebijakan serupa akan menjadi bahan evaluasi dan kajian untuk diterapkan kembali pada Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran mendatang.
“Kebijakan ini efektif dan akan kami evaluasi untuk operasi berikutnya,” pungkasnya. (azs***)
