Februari 10, 2026
image - 2026-01-10T081800.129

bharindo.co.id Jakarta,- Di tengah derasnya arus digitalisasi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto melihat peluang baru bagi anak-anak muda di desa. Bukan lewat pertanian atau industri rumahan semata, melainkan melalui olahraga elektronik atau e-sport. Bagi Yandri, e-sport bukan sekadar permainan, melainkan ruang kreatif yang dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus sarana kebangkitan desa.

“E-sport ini merupakan kegembiraan baru, bahkan kebangkitan baru di desa. Ada digitalisasi yang bisa menghasilkan uang, sementara anak muda di desa jumlahnya banyak dan masing-masing punya kreativitas,” kata Yandri, Kamis (8/1/2026).

Gagasan tersebut diwujudkan melalui kehadiran Bus E-sports Desa, sebuah kendaraan khusus yang dirancang untuk mewadahi aktivitas gamer asal desa agar dapat bermain secara kompetitif dengan fasilitas yang memadai. Di dalam bus itu, tersedia perangkat permainan digital hingga peralatan podcast yang memungkinkan para pemain berbagi pengalaman dan gagasan.

Bus E-sports Desa resmi diberangkatkan menuju Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dalam perjalanannya, bus tersebut akan singgah di desa-desa yang dilalui sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026. Kehadiran bus ini diharapkan menjadi pemantik semangat sekaligus simbol masuknya desa ke ekosistem ekonomi digital.

Menurut Yandri, permainan daring memiliki dua sisi. Tanpa arahan, game bisa berdampak negatif. Namun dengan pendampingan dan tujuan yang jelas, e-sport justru dapat menjadi media pembinaan generasi muda.

“Game online itu kalau diarahkan ke hal yang positif, ya positif. Tapi kalau tidak diarahkan bisa jadi negatif. Karena itu negara hadir, melalui Kementerian Desa, dan dirangkaikan dengan Hari Desa Nasional,” ujarnya.

Yandri juga menilai permainan digital mampu mengasah kemampuan kognitif. Pemain game terbiasa menyusun strategi, mengambil keputusan cepat, dan berpikir kreatif untuk memenangkan pertandingan. Keterampilan ini, menurutnya, relevan dengan tantangan masa depan.

Melalui Bus E-sports Desa, Yandri berharap lahir kreativitas-kreativitas baru dari desa. Ia ingin generasi muda desa tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam ekonomi digital yang berdaya saing, tanpa harus meninggalkan kampung halamannya. (dns***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *