Februari 26, 2026
image (17)

bharindo.co.id Manggarai Timur,— Duka mendalam kembali menyelimuti Kabupaten Manggarai Timur. Tim gabungan akhirnya menemukan satu korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Senin (26/1/2026). Penemuan ini menjadi lanjutan dari operasi pencarian yang sempat terhenti akibat cuaca ekstrem.

Korban yang berhasil ditemukan diketahui bernama Yustina Mira (18), seorang pelajar/mahasiswa asal Dusun Pau, Desa Goreng Meni. Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor dan segera dievakuasi ke Balai Desa Goreng Meni untuk menjalani proses identifikasi serta visum.

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan tim gabungan lintas instansi, terdiri dari Polres Manggarai Timur, Brimob Kompi B Pelopor Manggarai, TNI, BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Daerah, serta Basarnas Manggarai Barat. Meski dihadapkan pada medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, tim tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan keselamatan.

Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR. menjelaskan bahwa penemuan korban merupakan hasil dari upaya pencarian lanjutan yang kembali dilaksanakan setelah kondisi memungkinkan.

“Hari ini satu korban berhasil ditemukan. Saat ini tim gabungan masih terus melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Kami bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ujar Kapolres.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi longsor karena masih berpotensi terjadi longsor susulan. “Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warga Manggarai Timur.

“Atas nama pimpinan Polri di Nusa Tenggara Timur, Bapak Kapolda menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Manggarai Timur. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kabidhumas.

Polda NTT juga mengapresiasi sinergi dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

Hingga saat ini, pencarian terhadap satu korban lainnya masih terus dilakukan. Aparat mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *