Februari 14, 2026
WhatsApp Image 2026-02-13 at 15.58.09

bharindo.co.id Majalengka,- Pemerintah Kabupaten Majalengka menandai peringatan Hari Jadi ke-186 dengan menegaskan ulang identitas sejarah sekaligus memamerkan capaian kinerja pembangunan daerah. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Pendopo Gedung Negara Majalengka, Rabu, 11 Februari 2026.

Tahun ini, peringatan Hari Jadi Majalengka terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, hari lahir daerah tersebut diperingati setiap 11 Februari. Perubahan tanggal ini resmi ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025, setelah melalui kajian akademik yang disebut pemerintah sebagai upaya meluruskan sejarah Majalengka.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, penetapan tanggal baru tersebut merupakan hasil kajian mendalam yang dipimpin sejarawan Universitas Padjadjaran, Prof. Nina Herlina. “Ini bukan sekadar perubahan tanggal, tetapi peneguhan jati diri Majalengka sebagai daerah yang berpijak pada sejarah,” ujar Eman dalam sambutannya.

Peringatan Hari Jadi ke-186 mengusung tema Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE. Tema ini, menurut Eman, mencerminkan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan karakter dan kolaborasi sosial.

Dalam forum paripurna tersebut, Eman memaparkan sejumlah indikator kinerja daerah sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi Majalengka tercatat mencapai 9,01 persen pada triwulan II 2025, tertinggi kedua di Jawa Barat. Angka ini melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6,38 persen.

Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 4,01 persen menjadi 3,62 persen, berada di bawah rata-rata provinsi. Pemerintah daerah mengaitkan capaian ini dengan pelaksanaan program MATA HATI serta masuknya investasi senilai Rp3,4 triliun sepanjang 2025.

Eman juga menyebut angka kemiskinan menurun sebesar 0,51 persen atau setara dengan 6.110 jiwa. Di bidang infrastruktur, sekitar 88,19 persen jalan kabupaten—atau sepanjang 806,92 kilometer—kini berada dalam kondisi mantap. Sementara itu, pada awal 2026 pemerintah daerah mulai menggulirkan program perbaikan 1.715 unit rumah tidak layak huni dengan anggaran Rp34,4 miliar.

Dari sisi tata kelola, Majalengka kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Kabupaten ini juga memperoleh predikat “Sangat Baik” dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dengan indeks 3,91, serta masuk 19 besar nasional dalam Indeks Pelayanan Publik.

Selain capaian administratif, pemerintah daerah menegaskan keberpihakan pada ekonomi lokal melalui kebijakan Bela dan Beli Produk UMKM. Salah satu bentuknya adalah kewajiban penggunaan Genteng Jatiwangi pada seluruh bangunan pemerintah, sebagai upaya menjaga keberlanjutan industri lokal.

Menghadapi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan sejumlah program percepatan atau quick wins. Di antaranya program Satu Desa Satu Sarjana, SPBU Mini—Solidaritas pada Buruh untuk Memiliki Hunian—serta program SAREBU atau Sakola Bareng Ibu-ibu.

“Momen Hari Jadi ke-186 ini menjadi titik tolak untuk melangkah ke masa depan dengan semangat kolaborasi dan inovasi menuju Majalengka Langkung Sae,” kata Eman.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Jaksa Agung ST Burhanuddin, anggota DPR RI TB Hasanuddin, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(Ya2t).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *