bharindo.co.id Jakarta,- Sorotan tajam publik kini mengarah pada pusaran kasus koper berisi narkotika yang mengguncang internal aparat. Penjelasan resmi pun datang dari Johnny Eddizon Isir, Kepala Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang mengurai benang kusut keterkaitan antara eks Kapolres Kota Bima berinisial AKBP DPK dengan seorang polwan Aipda DA.
Menurutnya, hubungan keduanya terkuak dari hasil pendalaman atas koper misterius yang diketahui berisi beragam jenis narkotika. Fakta yang muncul — dan memantik perhatian — menunjukkan bahwa polwan tersebut merupakan pihak yang dititipi koper oleh DPK.
“Sejauh ini karena personel tersebut pernah menjadi stafnya di penugasan sebelumnya,” ungkap Johnny dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Pernyataan itu sekaligus menepis spekulasi liar yang sempat beredar. Dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik belum menemukan indikasi hubungan lain di luar relasi kedinasan antara keduanya. Namun drama belum berakhir — eks Kapolres itu masih terus dimintai keterangan dalam pusaran penyelidikan yang berjalan.
“Sejauh ini hasil pendalaman,” tambahnya singkat, memberi sinyal bahwa investigasi masih terus bergerak.
Kasus ini menjadi magnet perhatian publik karena menyentuh isu sensitif: dugaan peredaran narkoba yang menyeret nama aparat penegak hukum sendiri. Kini semua mata tertuju pada langkah lanjutan penyidik — apakah fakta baru akan kembali meledak ke permukaan, atau justru membuka babak kejutan berikutnya. (dns***)
