Februari 18, 2026
image (17)

bharindo.co.id Jakarta, Operasi senyap aparat akhirnya meledak ke permukaan. Personel Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Reserse Kriminal Polri menggerebek laboratorium pembuatan sabu di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dari pengungkapan ini, aparat menyita total sekitar 13 kilogram metamfetamin serta mengamankan sejumlah tersangka.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R Syarif Hidayat, menjelaskan operasi tersebut merupakan hasil pengawasan intensif terhadap kiriman internasional selama tiga hari, 13–15 Februari 2026. Penggerebekan dilakukan di beberapa titik sekaligus — apartemen di Pluit dan Sunter hingga sebuah rumah makan di Jakarta Timur.

Kasus bermula dari kecurigaan petugas saat memindai paket asal Iran di Kantor Pos Pasar Baru. Mesin x-ray mengungkap kristal biru mencurigakan tersembunyi dalam kemasan peti kulit — setelah diuji, paket itu terbukti berisi sabu seberat sekitar 11,56 kilogram.

Barang bukti kemudian diserahkan kepada penyidik untuk operasi controlled delivery. Hasilnya, seorang warga negara Iran berinisial KKF ditangkap di apartemen kawasan Pluit saat menerima paket. Pengembangan cepat berujung pada penangkapan tersangka lain berinisial SB yang diduga meracik narkotika sekaligus penggerebekan apartemen di Sunter yang dijadikan laboratorium produksi.

Di lokasi tersebut aparat menemukan tambahan sabu 1,683 kilogram, berikut peralatan produksi: kompor portabel, bahan kimia, timbangan, alat penggiling, hingga limbah pengolahan. Olah TKP forensik dilakukan keesokan harinya untuk menguatkan pembuktian.

“Temuan ini menegaskan jaringan tersebut tidak hanya menerima barang, tetapi juga memproduksi ulang narkotika di dalam negeri,” tegas Syarif.

Ia menekankan pengungkapan ini memiliki dampak besar bagi keselamatan masyarakat — karena setiap kilogram narkotika yang digagalkan berarti menyelamatkan potensi kerusakan generasi muda serta menjaga ketahanan keluarga.

Lebih mengkhawatirkan, laboratorium tersebut beroperasi di kawasan hunian padat penduduk — menimbulkan risiko penyalahgunaan zat terlarang, kebakaran, hingga paparan bahan kimia berbahaya. Penggerebekan ini dinilai langsung meningkatkan rasa aman warga sekitar.

Kini seluruh tersangka dan barang bukti dalam proses pemeriksaan lanjutan. Aparat masih memburu jejak jaringan internasional yang diduga terhubung dengan kasus ini.

“Sinergi lintas instansi akan terus mempersempit ruang gerak peredaran narkotika,” pungkasnya. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *