Mei 12, 2026
image (100)

JAKARTA, bharindo.co.id — Pemerintah tancap gas menjadikan Bali sebagai pusat keuangan internasional atau International Financial Center (IFC). Langkah ambisius ini diyakini akan mengubah wajah ekonomi nasional sekaligus menarik arus investasi global ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pengembangan KEK Kura Kura Bali kini dipercepat sebagai kandidat utama kawasan keuangan kelas dunia.

“KEK Kura Kura Bali memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi IFC. Pembahasannya akan dilanjutkan secara langsung dengan Danantara,” ujar Airlangga, Senin (4/5/2026).

Pemerintah saat ini tengah mematangkan regulasi sebagai fondasi pembentukan KEK sektor keuangan. Kawasan ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem lengkap—mulai dari skema pengelolaan modern hingga fasilitas berstandar internasional guna menarik investor global.

Pengembang kawasan, PT Bali Turtle Island Development, menyoroti konsep Knowledge District sebagai keunggulan utama. Kawasan ini akan menjadi pusat inovasi terintegrasi yang menggabungkan pendidikan, riset, dan sumber daya manusia sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Tak hanya itu, KEK Kura Kura Bali juga menyiapkan Business Hub sebagai pusat aktivitas keuangan global, termasuk integrasi program Global Blended Finance Alliance (GBFA), sekolah bisnis, serta jalur investasi unggulan Indonesia.

Ekosistem ini diperkuat dengan berbagai fasilitas strategis seperti pusat kewirausahaan, sekolah interkultural, hingga riset lingkungan pesisir melalui International Mangrove Research Center (IMRC).

Hingga triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang—menjadi sinyal kuat kesiapan kawasan ini menuju kelas global.

Sementara itu, pengembangan KEK Sanur difokuskan pada sektor health tourism guna memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia.

Salah satu fasilitas unggulannya, Bali International Hospital, telah beroperasi sejak April 2025 dan mencatat 14.950 kunjungan pasien hingga triwulan I 2026—dengan dominasi 60 persen wisatawan mancanegara.

Selain itu, The Solitaire Clinic dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026 dengan layanan unggulan seperti bedah kosmetik, estetika medis, hingga terapi sel punca anti-penuaan.

Secara keseluruhan, KEK Sanur telah membukukan investasi sebesar Rp5,37 triliun, menyerap 5.444 tenaga kerja, serta menarik hampir 280 ribu kunjungan wisatawan.

Airlangga menegaskan, capaian ini menjadi bukti bahwa KEK di Bali memiliki peran strategis dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat transformasi ekonomi nasional.

“Ini menunjukkan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur menjadi motor penggerak ekonomi berbasis nilai tambah tinggi,” pungkasnya. (igds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *