BITUNG, bharindo.co.id — Guna menjamin kualitas dan objektivitas penilaian, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bitung bersama Kantor Kementerian Agama Kota Bitung menggelar Rapat Pemantapan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Bitung Tahun 2026, Kamis 7/5/2026.

Rapat yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kota Bitung ini dihadiri seluruh Dewan Hakim, Panitera, dan unsur Panitia MTQ. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara detail mekanisme penilaian, kode etik dewan hakim, penyamaan persepsi terhadap juknis lomba, serta pembagian tugas untuk setiap majelis dan cabang yang dilombakan. Mulai dari Tilawah, Tahfidz, Syarhil, Fahmil, Khattil Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Salah satu Dewan Hakim MTQ Kota Bitung, Ustadz H. Abdulrahman Kiay Demak,S.Pd.I.,M.Pd.I mengatakan, pemantapan ini sangat penting untuk menjaga marwah MTQ. “Dewan hakim harus satu persepsi. Kita menilai bukan hanya soal suara merdu, tapi juga tajwid, fashahah, dan adab. Dengan pemantapan ini, insya Allah penilaian akan objektif dan melahirkan qari-qariah terbaik Bitung yang siap ke tingkat provinsi,” ujarnya.
PLH Kasie Bimas Islam Kemenag Kota Bitung, Ali Minabari menambahkan, pelaksanaan MTQ Kota Bitung 2026 telah dijadwalkan berlangsung selama 4 hari, yaitu mulai tanggal 13 sampai dengan 16 Mei 2026. “Jadwal ini sudah final. Kami minta seluruh dewan hakim dan panitia menyesuaikan waktu. Dengan rentang 4 hari, kita optimis semua cabang lomba bisa berjalan lancar dan khidmat,” jelasnya.
Sekretaris Panitia MTQ Kota Bitung, Abdulah Tuje menegaskan kesiapan teknis kepanitiaan. “Seluruh venue lomba, sarana pendukung, dan akomodasi peserta sudah kita siapkan. Hasil rapat pemantapan dewan hakim ini langsung kita sinkronkan dengan tim lapangan. Panitia berkomitmen penuh mensukseskan MTQ 13-16 Mei nanti. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Bitung,” ucapnya.
Sementara itu, _Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, H. Yahya W. Pasiak,S.Ag.,M.M dalam arahannya menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, tapi syiar Islam. “Saya minta dewan hakim bekerja profesional, jujur, dan adil. Jangan ada titipan. Kita ingin MTQ Kota Bitung melahirkan bibit unggul yang benar-benar berkualitas. Persiapan dewan hakim yang matang adalah kunci sukses dan lancarnya MTQ nanti,” tegasnya.
Kakan Kemenag juga mengapresiasi sinergi LPTQ dan seluruh dewan hakim yang telah meluangkan waktu. Ia berharap MTQ Kota Bitung 2026 berjalan sukses, lancar, dan menjadi barometer pembinaan Al-Qur’an di Kota Bitung.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh Dewan Hakim sebagai komitmen menjaga netralitas dan profesionalitas selama pelaksanaan MTQ. (eds***)
