September 3, 2026
image (17)

JAKARTA, bharindo.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, masing-masing ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi maupun penempatan jabatan baru. Sementara lainnya mendapat penugasan terkait pendidikan, baik yang akan mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan, serta terdapat personel yang memasuki masa purna tugas.

Rotasi tersebut menyentuh sejumlah jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun jajaran kewilayahan. Langkah ini menjadi bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, penyegaran, sekaligus pemenuhan kebutuhan organisasi dalam menghadapi perkembangan tantangan tugas kepolisian.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan rotasi dan mutasi merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi serta karier personel Polri.

Menurutnya, penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, serta tantangan tugas yang akan dihadapi.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Salah satu rotasi strategis terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).

Irjen Pol. Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara, dipercaya menduduki jabatan Astamaops Kapolri.

Ia menggantikan Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Sementara jabatan Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yudo Hermanto, yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Rotasi juga terjadi di jajaran kewilayahan.

Di Polda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Hengki Haryadi, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau, diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Sementara Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya, mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Wakapolda Riau selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Simson Zet Ringu, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.

Posisi Wakapolda Gorontalo kemudian diisi Kombes Pol. Dedy Suhartono, yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.

Sementara Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya sebagai Wakapolda Maluku Utara menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun, yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol. Jawari mendapat amanah sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM).

Jawari menggantikan Irjen Pol. Anwar, yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Perubahan juga terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Irjen Pol. Ruslan Ependi, menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri, menggantikan Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera yang diangkat sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Mutasi juga mencakup bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi personel.

Sejumlah Pati dan Pamen mendapatkan penugasan untuk mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan serta mengemban tugas sebagai Widyaiswara dan dosen di lingkungan Lemdiklat Polri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyiapkan personel yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.

Johnny menegaskan, seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas secara optimal.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penyegaran organisasi diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat struktur kepemimpinan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” pungkas Johnny. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *