BITUNG, bharindo.co.id – Pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara, resmi menjadi tuan rumah latihan internasional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) ke-24 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Perhubungan Laut RI bersama Japan Coast Guard (JCG) ini berlangsung 8-12 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026.
MARPOLEX adalah latihan multinasional tahunan untuk menguji kesiapsiagaan penanggulangan pencemaran laut, khususnya tumpahan minyak dan bahan berbahaya beracun (B3). Latihan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan interoperabilitas respons terpadu antar negara.
Penyambutan delegasi dan kapal-kapal asing dilaksanakan di Pelabuhan Samudera Bitung dengan pengamanan dari Polsek KPS Bitung.
Hadir dalam penyambutan: Plt. Direktur KPLP Dr. Triono, S.Perl., MM., MH, Kepala KSOP Kelas I Bitung Capt. Andi Firdaus, Kepala Distrik Navigasi Bitung Dr. Victor Vikki Subroto, M.M., M.Mar.E., Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., Sekda Kota Bitung Ir. Ignatius Rudy Theno, S.T., M.T., M.A.P., Komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E., dan Kapolsek KPS Bitung IPTU Nicky W. Winerungan, S.I.P., M.H.
Peserta internasional terdiri dari:
– Indonesia: KN Chundamani (P.116), KN Trisula
– Jepang: Japan Coast Guard
– Filipina: BRP Gabriela Silang & BRP Tubbataha
– Singapura: Maritime and Port Authority of Singapore
– Amerika Serikat
Rangkaian acara meliputi penampilan marching band Politeknik Negeri Manado, sambutan Wali Kota Bitung, pengalungan bunga kepada para Komandan Kapal, pemeriksaan kesiapan kapal, dan foto bersama.
Kapolsek KPS Bitung IPTU Nicky W. Winerungan, S.I.P., M.H. memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
“Polsek KPS Bitung mendukung penuh kelancaran MARPOLEX 2026. Latihan ini bukan sekadar simulasi, tapi bukti komitmen bersama menjaga kebersihan laut kawasan dan mengangkat nama Bitung di peta kerja sama maritim internasional. Fokus latihan adalah simulasi tumpahan minyak nyata di Selat Lembeh, pengoperasian oil boom dan oil skimmer, serta komando terpadu lintas negara,” jelasnya.
Latihan inti akan berlangsung 9-11 Oktober di perairan Selat Lembeh dan akan ditutup dengan evaluasi dan simposium pada 12 Oktober 2026.

Hasil yang dicapai: terujinya prosedur respons bersama, meningkatnya kemampuan personel, dan mengukuhkan Bitung sebagai pusat kesiapsiagaan maritim Indonesia Timur.
(Eds***)
