Februari 16, 2026
image - 2025-12-04T115454.052

bharindo.co.id Flores Timur,— Banjir lahar dingin kembali melanda kawasan lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rabu (3/12/25) dini hari. Material vulkanik berupa batu, pasir, lumpur, dan potongan kayu meluncur dari puncak gunung dan menutup sebagian badan Ruas Jalan Negara Larantuka–Maumere, khususnya di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, serta Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.22 Wita, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (2/12). Hujan berintensitas tinggi menyebabkan abu vulkanik dan material di lereng Lewotobi terbawa arus hingga menumpuk di sejumlah titik jalan strategis.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa arus lalu lintas sempat melambat akibat tumpukan material yang menggenangi badan jalan.

“Material lahar dingin menimbun sejumlah titik dan menyebabkan kendaraan, terutama roda dua, harus melaju perlahan. Namun jalur Larantuka–Maumere masih dapat dilalui,” ujar Kapolres, Rabu pagi.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Polres Flores Timur langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk pengerahan alat berat guna membersihkan material vulkanik yang menutup jalan nasional itu.

Personel Polsek Wulanggitang bersama anggota Koramil dan masyarakat setempat juga turun langsung membantu pengaturan arus kendaraan serta melakukan pembersihan manual sembari menunggu alat berat tiba di lokasi.

“Kami telah berkoordinasi dengan Pemda agar alat berat segera diturunkan. Di lapangan, anggota Polsek bersama TNI dan warga membantu pengaturan dan pembersihan agar lalu lintas tetap berjalan,” ungkap AKBP Adhitya.

Kapolres Flores Timur juga mengimbau pengguna jalan yang melintas di wilayah Hokeng Jaya dan Dulipali agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir lahar dingin susulan masih mungkin terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama pengendara roda dua. Jika cuaca kembali ekstrem, kami akan melakukan penutupan sementara untuk keselamatan bersama,” tegasnya.

Polres Flores Timur memastikan pemantauan dilakukan secara intensif melalui patroli darat serta koordinasi dengan perangkat desa dan aparat wilayah. Warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Lewotobi juga diminta tetap siaga menghadapi potensi peningkatan debit air. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *