Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-29 at 05.34.26

Maluku, bharindo.co.id – Polda Maluku mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi pascabentrokan antar kelompok pemuda di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi sejak Jumat (26/3) malam hingga Sabtu (27/3) dini hari.

“Benar telah terjadi bentrokan antar kelompok pemuda. Personel Polres Maluku Tenggara dibantu satuan Brimob telah melakukan penanganan secara cepat sehingga situasi saat ini berangsur kondusif,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa dipicu oleh kesalahpahaman antar pemuda yang kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar. Meski sempat mereda setelah kehadiran aparat, situasi kembali memanas pada dini hari hingga terjadi bentrokan lanjutan.

Dalam kejadian tersebut, sejumlah korban mengalami luka-luka baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat. Tiga anggota Polri yang terluka yakni Wakapolres Maluku Tenggara Kompol Djufri Jawa, Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, serta personel Satsamapta Bripda Siswanto Sofyan.

Sementara dari pihak masyarakat, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan satu orang berinisial FAR (25) meninggal dunia.

Selain korban, bentrokan juga menyebabkan kerugian materiil berupa tiga unit rumah terbakar, empat unit rumah rusak berat, serta satu unit sepeda motor hangus terbakar. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan oleh aparat Polres Maluku Tenggara bersama personel Brimob Yon C Pelopor. Aparat juga melakukan penyekatan guna memisahkan kedua kelompok yang bertikai.

Kabid Humas menegaskan bahwa Polri mengedepankan langkah persuasif serta penegakan hukum secara profesional, dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah daerah dalam upaya menjaga stabilitas keamanan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Upaya rekonsiliasi dan pemulihan situasi sosial terus dilakukan,” tegasnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di wilayah tersebut serta melakukan pendalaman untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *