JAWA TENGAH, bharindo.co.id – Penanganan korban bencana tidak berhenti pada penyelamatan fisik. Polda Jawa Tengah bergerak lebih jauh dengan menyiapkan Tim Trauma Healing untuk memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat pascabencana. Sebab, di balik kerusakan bangunan dan hilangnya rasa aman, korban bencana juga dapat menghadapi tekanan psikologis yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Kesiapan pemberangkatan tim diawali dengan arahan Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmat di Kantor Bagpsi Ro SDM Polda Jateng. Setelah itu, Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jateng AKBP Ahli Rumekso memberikan briefing kepada personel sebagai bekal sebelum menjalankan tugas di lokasi bencana.
Tim Trauma Healing Polda Jateng terdiri dari tiga personel psikologi, yakni Ipda Putri Agustina, Briptu Narulita, dan Briptu Bagoes Hendra K.
Ketiganya dipersiapkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat terdampak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmat menegaskan, bencana alam tidak hanya meninggalkan persoalan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental masyarakat.
“Ketika terjadi bencana, yang terdampak bukan hanya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat. Kehadiran tim psikologi ini diharapkan dapat memberikan dukungan dan pendampingan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi situasi sulit,” ujar Kombes Pol Noviana, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kehadiran personel psikologi merupakan bagian dari upaya memperkuat proses pemulihan masyarakat setelah bencana. Pendampingan akan dilakukan dengan pendekatan humanis dan disesuaikan dengan situasi serta kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Tim juga akan memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Langkah Polda Jateng tersebut menegaskan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi juga memulihkan rasa aman serta kekuatan mental masyarakat.
Dengan pendekatan yang humanis, Tim Trauma Healing diharapkan mampu membantu masyarakat NTT menghadapi masa sulit dengan lebih tenang, kuat, dan optimistis dalam menjalani proses pemulihan.
Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kekuatan untuk bangkit. (fjrs***)
MAMUJU, bharindo.co.id — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Ditlantas Polda Sulbar) terus memperkuat…
MAMASA, bharindo.co.id — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mamasa, Sulawesi Barat, terus mengintensifkan upaya…
SULAWESI BARAT, bharindo.co.id — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pendalaman Audit Itwasum Polri Tahap II Tahun…
PASANGKAYU, bharindo.co.id — Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pasangkayu mengamankan satu orang terduga pelaku dalam…
Sulawesi Barat, bharindo.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut, Kapolda…
MAMASA, bharindo.co.id — Pagi itu, suasana kebun jagung di Dusun Rantepongko, Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa,…