Maret 28, 2026
image (31)

bharindo.co.id Jakarta,— Tabir motif di balik insiden ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta Utara mulai terungkap. Kepolisian menyatakan aksi tersebut dilakukan oleh Anak Berhadapan Hukum (ABH) berinisial F yang mengaku dipicu tekanan emosional akibat perlakuan di lingkungan sekolah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, hasil penyidikan menunjukkan adanya rasa sakit hati yang telah lama terpendam.

“Berdasarkan keterangan anak, motif yang disampaikan adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah, khususnya perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkan,” ujar Budi, Kamis (5/2/2026).

Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, ABH mengaku sejak SMP kerap menjadi bahan ejekan, termasuk menerima panggilan merendahkan karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan. Situasi tersebut disebut berlanjut hingga masa SMA.

Tekanan yang menyasar penampilan serta kondisi pribadinya, kata Budi, membuat anak tersebut merasa marah dan tertekan dalam waktu lama.

“Atas dasar itu, anak mengaku kemudian memutuskan melakukan aksi tersebut di sekolah,” jelasnya.

Pengungkapan motif ini kembali memantik perhatian publik terhadap dampak perundungan di lingkungan pendidikan. Aparat menegaskan proses hukum tetap berjalan dengan mengedepankan perlindungan terhadap anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini tidak hanya menjadi perkara hukum, tetapi juga peringatan keras tentang pentingnya menciptakan ruang sekolah yang aman dan inklusif agar konflik sosial tidak berkembang menjadi tindakan berisiko. (dns***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *