Februari 16, 2026
image - 2025-12-04T115921.869

bharindo..co.id Pacet, Jawa Timur,— Densus 88 Antiteror (AT) Polri melalui Direktorat Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) kembali melakukan pendampingan ekonomi produktif bagi para eks narapidana terorisme (napiter). Kali ini, kegiatan dilakukan di perkebunan kopi Koperasi BIM Pacet di kawasan Pacet Hill, diikuti oleh 12 eks napiter, petani kopi, serta tim dari Densus 88 AT Polri.

Dalam pendampingan tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari Prof. Eggy, yang mempraktikkan cara memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti buah busuk, molase, air, gula merah, alkohol 70 persen, dan aktivator bakteri. Pembuatan POC dilakukan melalui proses fermentasi anaerob selama dua minggu.

“Tanda pembuatan POC berhasil yaitu TDS di atas 700, aroma pupuk sudah wangi,” ujar Prof. Eggy. Ia menjelaskan bahwa pupuk organik cair ini mampu meningkatkan kesuburan tanah dan berpotensi mendongkrak hasil panen kopi para petani di Pacet Hill.

Program pendampingan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas para eks napiter dan petani dalam mengelola perkebunan kopi, sekaligus mengantisipasi masa panen yang diperkirakan berlangsung pada Maret atau April mendatang. Dengan penggunaan POC, hasil panen diharapkan meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi para peserta.

Selain berfokus pada peningkatan kualitas produksi, kegiatan ini juga memiliki dimensi sosial penting—yakni memperkuat kemampuan eks napiter dalam mengelola usaha dan meningkatkan kualitas hidup mereka pascareintegrasi.

Kasatgaswil Jatim Densus 88 AT Polri, Kombespol Samsul Priasmoro, S.I.K., menegaskan bahwa pendampingan ekonomi produktif seperti ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Densus 88 dalam membantu eks napiter kembali mandiri di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu eks napiter meningkatkan kemampuan mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Program di Pacet Hill menjadi salah satu contoh kolaborasi positif antara aparat keamanan, para eks napiter, serta masyarakat lokal dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *