Februari 10, 2026
c771b342-ee36-47e4-b16a-9e9d985e9af7_355775

bharindo.co.id Padang,– Hingga Kamis, 4 Desember 2025, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat melaporkan sebanyak 200 orang meninggal dunia akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, 174 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 26 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Berdasarkan data DVI, dari 174 korban yang sudah teridentifikasi, 86 berjenis kelamin laki-laki dan 87 perempuan. Adapun korban yang belum teridentifikasi terdiri dari 14 laki-laki, 8 perempuan, serta beberapa potongan tubuh yang masih diteliti lebih lanjut, meliputi potongan paha, tungkai bawah, dan kaki kanan.

Proses identifikasi dilakukan di sejumlah posko DVI dan rumah sakit rujukan di berbagai daerah. Di Posko DVI Padang (gabungan DVI Polresta Padang dan RSUD Rasidin), seluruh 5 jenazah yang diterima telah berhasil dikenali. Di RS Bhayangkara Tk. III Padang, dari 61 jenazah yang diterima, 35 telah teridentifikasi dan 26 lainnya masih dalam proses, termasuk beberapa korban dengan kondisi tidak utuh.

Wilayah dengan jumlah korban terbanyak berada di Posko DVI Agam, yang menangani 106 jenazah. Dari jumlah tersebut, 103 telah teridentifikasi, terdiri atas 45 laki-laki dan 61 perempuan. Di Posko DVI Pasaman Barat terdapat 3 korban meninggal dan seluruhnya berhasil diidentifikasi.

Posko DVI Bukittinggi menangani 10 korban meninggal, masing-masing 5 laki-laki dan 5 perempuan, seluruhnya telah teridentifikasi. Sementara itu, Posko DVI Padang Panjang menerima 15 jenazah, dengan 13 di antaranya telah dikenali, terdiri atas 6 laki-laki dan 7 perempuan.

Selain korban meninggal, masih terdapat 212 orang yang dilaporkan hilang, terdiri dari 97 laki-laki dan 115 perempuan. Data ini terus diperbarui seiring bertambahnya laporan dari keluarga dan aparat lapangan.

Di sisi lain, 26 korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. RSUD Agam merawat 22 pasien (11 laki-laki dan 11 perempuan), RSUD Padang Panjang merawat 1 pasien laki-laki, dan RSUD Rasidin Padang merawat 2 pasien, masing-masing 1 laki-laki dan 1 perempuan.

Di tengah suasana berduka, upaya identifikasi jenazah menjadi tumpuan harapan bagi keluarga korban. Setiap jenazah diperiksa dengan prosedur ketat, melalui pencocokan data antemortem dan postmortem, ciri fisik, rekam medis, hingga pemeriksaan DNA apabila diperlukan.

Laporan terbaru ini menggambarkan betapa besarnya dampak bencana yang melanda Sumatera Barat. Upaya pencarian, evakuasi, dan identifikasi masih berlangsung. Masyarakat yang kehilangan anggota keluarga diimbau melapor ke posko DVI terdekat atau kepolisian setempat, dengan membawa dokumen dan data pendukung seperti foto, rekam medis, atau ciri khusus untuk mempercepat proses identifikasi.

Di balik deretan angka, terdapat keluarga yang menunggu kabar pasti dan petugas yang bekerja melawan waktu. Dukungan, solidaritas, dan kepedulian bersama menjadi bagian penting dari proses pemulihan Sumatera Barat pascabencana. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *