Februari 10, 2026
image - 2025-12-08T233814.505

bharindo.co.id PIDIE JAYA,— Empat ekor gajah milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah tiba lengkap di Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu proses pembersihan material pascabanjir. Setibanya di lokasi, gajah-gajah tersebut langsung dikerahkan untuk menarik kayu besar serta material berat yang menumpuk akibat derasnya arus banjir beberapa waktu lalu.

Kegiatan pembersihan pada Senin ini dipusatkan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, salah satu kawasan yang paling terdampak oleh tumpukan kayu, lumpur, dan sisa-sisa material banjir lainnya.

Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, mewakili Kapolres Pidie Jaya, memastikan bahwa seluruh gajah telah tiba dan langsung bekerja mendukung pemulihan wilayah.

“Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi. Mereka langsung kita kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujar Iptu Fauzi.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menjelaskan bahwa kehadiran gajah bukan hanya untuk mempercepat proses pembersihan, tetapi juga membawa manfaat psikologis bagi warga, terutama anak-anak yang terdampak bencana.

“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” tutur Kapolres.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan wujud pelayanan humanis Polri kepada masyarakat, sejalan dengan motto Polda Aceh “Meutuah Sabe Tajaga, Aceh Mulia.”

Melalui kerja sama antara Polres Pidie Jaya dan BKSDA Aceh, proses pembersihan diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif, sekaligus memberikan dukungan emosional bagi warga, terutama anak-anak, dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *