Agustus 9, 2026
full_1781995835059808_beca02fc0c_berita_pusat-pemberitaan

Manokwari, bharindo.co.id — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (21/6/2026).

Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyoroti transformasi RTP Borarsi yang kini menjadi ruang publik representatif untuk kegiatan berskala nasional.

Gibran mengungkapkan, dirinya pernah mengunjungi lokasi tersebut pada November tahun sebelumnya saat pembangunan masih berlangsung. Kini, ia menilai kawasan tersebut telah berubah signifikan dan siap digunakan untuk agenda besar seperti Pesparawi.

“Saat itu masih proses pembangunan, tapi saya senang sekarang bisa difungsikan untuk event sebesar Pesparawi,” ujar Wapres.

Lebih lanjut, Wapres menegaskan bahwa pembangunan di Indonesia saat ini tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, melainkan telah diarahkan secara merata ke seluruh wilayah, termasuk Papua.

“Pembangunan sudah tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Papua menjadi salah satu prioritas pemerintah, yang meliputi berbagai sektor seperti rumah sakit, pendidikan, pasar, infrastruktur Trans Papua, hingga program kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Papua jadi salah satu prioritas Bapak Presiden. Mulai dari pembangunan rumah sakit, sekolah rakyat, pasar, Trans Papua, MBG, kampung nelayan,” ujarnya.

Meski demikian, Wapres menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan terciptanya suasana damai dan kondusif di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang menekankan nilai perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere. Ia menilai penyelenggaraan Pesparawi menjadi bukti nyata tumbuhnya toleransi dan moderasi beragama di Papua Barat.

“Ini bukan hanya slogan, tapi sebuah realitas,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia berharap Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat persaudaraan, perdamaian, dan persatuan bangsa di Tanah Papua.

Pesparawi Nasional XIV sendiri berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026 dan diikuti oleh 5.434 peserta, tamu, serta penggembira dari 38 provinsi dengan mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu”.

Dalam prosesi pembukaan, dilakukan defile 43 kontingen dari 38 provinsi yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam semangat persatuan. Acara kemudian ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wapres bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan para gubernur yang hadir.

Rangkaian pembukaan juga dimeriahkan dengan tiupan triton, pembukaan selubung maskot “Bit Sang Konduktor”, lagu Haleluya Agung, serta tarian tifa. Acara ditutup dengan lagu Tanah Papua yang dinyanyikan bersama seluruh peserta dan tamu undangan. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *