Februari 28, 2026
c1ff33ad-1e56-40e8-b1c9-8b360d5edf99_770892 (1)

bharindo.co.id Surabaya Proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, terus dilakukan secara intensif oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Hingga Rabu (8/10/2025), sebanyak 34 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari total 67 kantong jenazah yang diterima.

Kepala Bidang Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki, menyampaikan bahwa pada Selasa (7/10), tim DVI berhasil mengidentifikasi 17 jenazah tambahan, hasil dari pemeriksaan terhadap 18 kantong jenazah, yang terdiri dari 17 jenazah utuh dan 1 bagian tubuh (body part).

“18 kantong jenazah cocok atau match dengan 17 nomor ante mortem,” ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (8/10).

Total kini terdapat 29 jenazah teridentifikasi di RS Bhayangkara Surabaya, ditambah 5 jenazah lainnya diidentifikasi di Sidoarjo. Di rumah sakit ini, sejak Jumat (3/10) hingga Senin (6/10), telah diterima 62 kantong jenazah, termasuk dua body part.

Meski proses berjalan signifikan, masih terdapat 33 jenazah yang belum teridentifikasi. Tim DVI telah mengirim 14 sampel DNA ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

“Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 34 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima,” ungkap Kombes Khusnan.

Tim DVI menegaskan bahwa proses identifikasi masih berlangsung, dengan mendalami data ante mortem (data korban sebelum meninggal) dan post mortem (data setelah meninggal). Proses ini dilakukan secara hati-hati demi memastikan keakuratan identitas setiap korban.

Tragedi ambruknya bangunan pondok pesantren yang terjadi beberapa hari lalu masih menyisakan duka mendalam. Pihak kepolisian bersama tim forensik berkomitmen menyelesaikan proses identifikasi secepat dan seakurat mungkin untuk disampaikan kepada keluarga korban. (imms***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *