bharindo.co.id Jakarta,- Langkah besar kembali ditegaskan Indonesia di kancah internasional. Pemerintah Indonesia resmi menggandeng Yordania dalam kolaborasi strategis sektor jaminan produk halal (JPH), sebuah manuver yang dinilai bakal memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem halal global.
Kesepakatan penting itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Organisasi Standar dan Metrologi Yordania (JSMO). Kerja sama ini bukan sekadar formalitas diplomasi, melainkan langkah konkret membangun jaringan halal lintas negara yang saling terhubung.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan strategi besar memperluas pengaruh Indonesia dalam standar halal internasional.
“Ini bukan hanya soal pengakuan sertifikat halal. Ini tentang membangun sistem halal global berbasis kepercayaan dan konektivitas yang memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha,” tegasnya, Kamis (5/2/2026).
Dengan sinergi ini, Indonesia membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk halal nasional untuk menembus pasar internasional, sekaligus memperkuat standar tata kelola halal agar semakin kompetitif di tingkat dunia.
Kerja sama kedua negara mencakup penguatan teknologi jaminan halal, pertukaran keahlian, pengembangan infrastruktur, hingga riset dan inovasi di sektor halal. Bahkan, mekanisme saling pengakuan sertifikasi halal juga disepakati — sebuah langkah yang dinilai mampu memangkas hambatan perdagangan dan mempercepat penetrasi produk.
Selain itu, koordinasi pertukaran standar teknis dan regulasi akan dilakukan secara intensif guna memastikan sinkronisasi sistem halal kedua negara berjalan efektif.
Tak berhenti di level internasional, BPJPH juga memperkuat fondasi dalam negeri dengan menggandeng Universitas Tadulako. Sinergi ini difokuskan pada pengembangan SDM halal melalui pendidikan, riset kolaboratif, pengabdian masyarakat, hingga penyusunan kurikulum halal dari diploma hingga pascasarjana.
Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia memiliki tenaga ahli yang mampu menopang keberlanjutan industri halal nasional.
“Kolaborasi ini akan memperkuat kapasitas SDM halal sebagai fondasi utama ekosistem halal Indonesia,” ujar Ahmad Haikal Hasan.
Dengan rangkaian strategi tersebut, Indonesia tidak hanya membangun kerja sama — tetapi mengirim sinyal kuat bahwa negara ini serius mengukuhkan diri sebagai referensi halal dunia, sekaligus memperluas pengaruh ekonomi melalui sektor yang nilainya terus meroket di pasar global. (azs***)
BITUNG, bharindo.co.id - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota…
BITUNG, bharindo.co.id - Pelayanan prima ditunjukkan Polres Bitung di jam sibuk pagi. Sebanyak 225 personel…
GARUT, Bharindo.co.id – Jajaran Satuan Samapta Polres Garut kembali mengintensifkan patroli dialogis untuk menjaga keamanan…
BITUNG, bharindo.co.id - Musibah kebakaran yang menimpa warga Kelurahan Pateten Satu, Kota Bitung, menggerakkan hati…
BITUNG, bharindo.co.id – Menindaklanjuti perintah Kapolda Sulawesi Utara untuk memastikan pasokan BBM subsidi tetap terjaga,…
WONOSOBO, Bharindo.co.id – Klub bola voli Bujang Ganong asal Kabupaten Magelang sukses meraih gelar juara…