bharindo.co.id JAKARTA,- Denyut demokrasi kembali menguat di jantung Ibu Kota. Kamis (15/1/2026), Polri mengerahkan ribuan personel untuk mengawal dua aksi unjuk rasa besar yang digelar serentak oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Koalisi Ojol Nasional di kawasan strategis Jakarta Pusat.
Sebanyak 685 personel gabungan dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek jajaran disiagakan untuk mengamankan aksi KSPI yang digelar di depan Gedung DPR RI mulai pukul 10.30 WIB.
“Sebanyak 685 personel gabungan kami kerahkan untuk pelayanan aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat,” tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung dalam keterangan tertulisnya.
Tak hanya itu, aparat juga bersiaga penuh di kawasan Monumen Nasional (Monas), menyusul adanya aksi penyampaian pendapat dari Dewan Presidium Pusat Koalisi Ojol Nasional. Untuk pengamanan aksi tersebut, Polri mengerahkan 998 personel gabungan, menjadikan Jakarta Pusat sebagai episentrum pengamanan demokrasi hari ini.
Meski skala pengamanan besar, Kapolres menegaskan bahwa seluruh personel tidak dibekali senjata api. Polri mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional, dengan satu tujuan utama: menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan mengedepankan sikap humanis, persuasif, serta profesional,” ujar Reynold.
Polri menegaskan kehadirannya bukan untuk membatasi, melainkan mengawal demokrasi agar tetap berjalan tertib, aman, dan bermartabat. Di tengah riuh aspirasi dan padatnya aktivitas ibu kota, aparat berdiri sebagai penjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum.
Hari ini, Jakarta bukan sekadar kota—ia menjadi panggung demokrasi, dan Polri memastikan suara rakyat tersampaikan tanpa gesekan, tanpa kekerasan, dan tanpa rasa takut. (dns***)
