Categories: JOMBANG

Jalan Hotmik Baru Sebulan Sudah Tumbuh Rumput, Warga Berharap Sikat Habis Penyeleweng Anggaran Negara

bharindo.co.id Jombang,- Proyek pembangunan jalan lingkungan di Dusun Karanglo Desa Godong Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, menuai sorotan tajam dari warga dan aktivis pengawas anggaran.

Jalan hotmix yang baru rampung dikerjakan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2025 itu kini sudah mulai ditumbuhi rumput liar.

Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp120.000.000 untuk panjang jalan 278 meter serta TPT volume 10,89 meter tersebut menjadi sorotan publik lantaran baru satu bulan selesai, namun permukaannya sudah di tumbuhi rumput liar.

Investigasi lapangan tim Bhayangkara Indonesia menemukan bahwa permukaan aspal tampak tidak padat dan berpori, memungkinkan rumput tumbuh serta air meresap ke lapisan bawah, yang berpotensi merusak konstruksi jalan lebih cepat.

Kondisi ini memicu dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tidak sesuai spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Mulyo Utomo Divisi Hukum LP2KP (Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah) ikut angkat bicara. Ia menyoroti kualitas proyek yang dinilai buruk meskipun menggunakan anggaran publik.

“Sangat disayangkan. Proyek yang seumur jagung tapi sudah rusak menandakan adanya indikasi pekerjaan asal-asalan. Ini menyangkut tanggung jawab penggunaan anggaran negara. Jangan main-main dengan anggaran publik, baik penerima, pemberi serta pelaksana proyek, semua harus di panggil dan di periksa, kami akan kawal permasalahan ini.” Tegas Bung Tomo kepada Bharindo, Senin (12/1).

Ia mendesak agar aparat pengawas internal pemerintah maupun aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan audit teknis dan keuangan terhadap proyek tersebut

Warga sekitar pun turut menyampaikan kekecewaan mereka.

“Baru sebulan selesai, tapi rumput sudah tumbuh di tengah jalan. Kami sangat kecewa. Ini bukan harapan kami,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dinas terkait diharapkan segera meninjau ulang proyek ini dan mengambil tindakan korektif jika ditemukan pelanggaran prosedur pengerjaan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan jalan dan menyebabkan kerugian negara.

Hingga berita ini ditayangkan Dwi Marwati selaku Kepala Desa Godong belum memberikan jawaban pasti.
(Prass***)

adminbharindo

Recent Posts

Aliansi Infrastruktur Berkeadilan Gelar Aksi Simbolis di Jalan Rusak Kalibeber–Deroduwur

WONOSOBO, Bharindo.co.id — Aksi solidaritas berupa kegiatan mancing simbolis dan penanaman pohon pisang di titik-titik…

16 jam ago

Polsek Keboncandi Gelar Patroli Ramadan dan Dialogis Bersama Tokoh Agama

Pasuruan, Bharindo.co.id,– Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadan,…

19 jam ago

Polsek Cipeundeuy Gelar Tarawih Keliling, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warga

Cimahi, Bharindo.co.id,– Dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas,…

19 jam ago

Polres Kapuas Hulu Gelar Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Pererat Sinergitas di Bulan Ramadan

Kapuas Hulu, Bharindo.co.id,– Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Polres Kapuas Hulu…

19 jam ago

Polsek Rejoso Intensifkan Patroli Sahur, Cegah Gangguan Kamtibmas Selama Ramadan

Pasuruan, Bharindo.co.id – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci…

19 jam ago

Cegah Balap Liar, Polsek Antapani Gelar Patroli Malam di Jalan Makam Cina Cikadut

Bandung, Bharindo.co.id– Guna mengantisipasi aksi balap liar serta menjaga kondusivitas wilayah pada malam hari, personel…

19 jam ago