Maret 14, 2026
WhatsApp Image 2026-03-13 at 14.18.20

Tulungagung bharindo.co.idSuasana haru bahkan tangis disebut menyelimuti sebagian karyawan di RSUD dr. Iskak, Tulungagung, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal tersebut dipicu oleh kabar turunnya penerimaan jasa pelayanan (jaspel) yang disebut-sebut anjlok drastis pada bulan ini.

Informasi yang diterima Media Bharindo dari beberapa karyawan menyebutkan bahwa penurunan jaspel terjadi sangat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kondisi itu membuat sebagian pegawai merasa kecewa karena jaspel selama ini menjadi salah satu harapan untuk menyambut Lebaran dengan lebih tenang.

Banyak yang berharap jaspel bisa membantu kebutuhan Lebaran. Tapi yang terjadi justru turun sangat jauh,” ungkap salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Media Bharindo kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen rumah sakit. Direktur RSUD dr. Iskak melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa kabar tersebut merupakan isu yang tidak benar.

Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) rumah sakit juga memberikan pernyataan serupa. Menurutnya, informasi yang beredar mengenai penurunan drastis jaspel disebut sebagai hoaks.

Namun saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan yang juga menjabat sebagai Plt Wakil Direktur sekaligus anggota Dewas menjelaskan bahwa besaran jaspel memang bisa mengalami perubahan karena bergantung pada pendapatan rumah sakit setiap bulan.

Jaspel memang tergantung dari pendapatan. Jika pendapatan bulan sebelumnya menurun, maka perhitungan jaspel juga ikut berpengaruh sesuai rumus yang berlaku. Jadi sifatnya fluktuatif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa terdapat perbedaan mekanisme antara pegawai ASN dan pegawai dengan sistem BLUD dalam hal penerimaan insentif atau jasa pelayanan tersebut.

Meski demikian, sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa penurunan yang terjadi kali ini terasa lebih besar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan karyawan mengenai penyebab turunnya pendapatan rumah sakit hingga berdampak pada jaspel mereka.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di rumah sakit yang dikenal sebagai salah satu rumah sakit daerah berprestasi. RSUD dr. Iskak sendiri merupakan rumah sakit tipe A dan pernah menjadi rumah sakit percontohan tingkat nasional serta meraih penghargaan internasional, termasuk pada ajang yang digelar di Doha.

Sejumlah pihak menilai persoalan jaspel ini perlu mendapat perhatian serius dari manajemen rumah sakit, mengingat kesejahteraan karyawan juga berkaitan dengan semangat kerja serta kualitas pelayanan terhadap pasien.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD dr. Iskak belum mengeluarkan press release resmi terkait polemik penurunan jasa pelayanan tersebut. Media Bharindo masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada publik. (ahfs***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *