Februari 26, 2026
image (67)

bharindo.co.id LABUAN BAJO,— Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Rudi Darmoko turun langsung ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk memimpin Operasi Search and Rescue (SAR) pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah. Dalam peristiwa tersebut, hingga kini masih terdapat empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang dinyatakan hilang.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, kehadiran Kapolda di lokasi merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam menangani operasi kemanusiaan berskala internasional tersebut.

“Bapak Kapolda NTT turun langsung ke lapangan untuk memantau operasi SAR internasional, bertemu dengan korban selamat, memberikan arahan kepada tim, sekaligus meninjau kesiapan pengamanan kawasan wisata premium Labuan Bajo,” ujar Kombes Pol Henry dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, sejumlah pejabat utama Polda NTT turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut. Langkah ini, kata dia, menjadi bukti bahwa Polri hadir secara responsif dan profesional dalam memberikan perlindungan serta rasa aman bagi wisatawan mancanegara.

Sebelum bertolak ke Labuan Bajo, Kapolda NTT terlebih dahulu melakukan pengecekan kesiapan lima personel Direktorat Polairud Polda NTT di Bandara El Tari, Kupang. Kelima personel tersebut merupakan operator peralatan SAR sekaligus penyelam profesional yang memiliki kemampuan menyelam hingga kedalaman tinggi dan akan bergabung dengan tim SAR gabungan di lokasi kejadian.

“Kehadiran personel Ditpolairud dengan keahlian khusus ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian kapal maupun korban yang masih dalam pencarian,” jelas Kombes Pol Henry.

Dalam mendukung operasi SAR, Ditpolairud Polda NTT juga mengerahkan sejumlah alat material khusus (almatsus) berteknologi tinggi ke Labuan Bajo. Peralatan tersebut antara lain sonar system untuk mengidentifikasi kondisi dasar perairan dan mendeteksi objek target, serta Remotely Operated Vehicle (ROV) atau drone bawah air untuk mengamati kondisi dasar laut di sekitar titik yang terdeteksi sonar.

Selain itu, turut dikerahkan Tactical Diver Thruster sebagai alat bantu manuver penyelam di arus laut yang kuat, Seabob untuk pengamatan dasar laut dari permukaan sekaligus membantu mobilitas penyelam, serta Surface Marker Buoy (SMB) sebagai penanda lokasi penyelaman. Tim SAR juga dilengkapi teropong guna mendukung pengamatan visual di permukaan laut.

Kombes Pol Henry menegaskan, pengerahan personel dan peralatan canggih tersebut merupakan wujud komitmen Polda NTT dalam mengedepankan keselamatan jiwa manusia sebagai prioritas utama.

“Polda NTT akan terus bersinergi dengan Basarnas, TNI Angkatan Laut, KSOP, Polair Mabes Polri, serta seluruh unsur terkait hingga seluruh korban ditemukan. Ini adalah tugas kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil maksimal. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *