Maret 14, 2026
img-20260312-wa0009_413787

Jakarta bharindo.co.idKapolri Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Dalam amanatnya, Kapolri mengingatkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah memprediksi kondisi cuaca selama periode arus mudik Lebaran 2026 berpotensi berawan hingga hujan lebat.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026 untuk tetap siaga penuh dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujar Kapolri.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan, mulai dari penyiapan tim tanggap bencana hingga sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana pada tahap pra, saat, dan pasca kejadian.

Selain itu, Kapolri juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret.

Menurut Kapolri, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kebijakan pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026. Kebijakan tersebut meliputi pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut, hingga pemanfaatan lokasi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.

Kapolri berharap seluruh personel kepolisian dapat memahami sekaligus mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal.

Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan kebijakan ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Kapolri juga menugaskan seluruh jajaran kepolisian untuk memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode Lebaran, mulai dari aksi premanisme, balap liar, hingga potensi konflik antar kelompok.

Ia juga memerintahkan peningkatan patroli rutin dengan melibatkan unsur pengamanan swakarsa, terutama pada titik-titik rawan dan pada jam-jam tertentu.

Selain itu, seluruh jajaran kepolisian dari tingkat Polsek hingga Polres diminta melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya untuk mudik, serta menyediakan layanan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Kapolri juga mengingatkan pentingnya optimalisasi layanan darurat 110 agar masyarakat dapat dengan mudah melaporkan berbagai situasi yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.

Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan,” tuturnya.

Kapolri menegaskan bahwa seluruh personel harus melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan tagline Operasi Ketupat tahun ini, yakni Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Menurutnya, momentum Hari Raya Idul Fitri juga memiliki dampak penting terhadap perekonomian nasional karena mampu mendorong perputaran uang yang signifikan serta memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutup Kapolri. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *