Categories: PENDIDIKAN

Kekerasan di Ruang Kelas: Siswa Disabilitas Diduga Dipukul Guru, Sekolah Negeri Dipertanyakan

bharindo.co.id Mamasa,-  Dugaan kekerasan terhadap anak kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Seorang siswa penyandang disabilitas di SMP Negeri 1 Sumarorong, Kecamatan Sumarorong, diduga dipukul oleh gurunya sendiri saat jam pelajaran, Rabu (21/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi di dalam ruang kelas—area yang semestinya steril dari segala bentuk kekerasan.

Korban, Jansen (nama samaran), dilaporkan mengalami trauma psikologis berat hingga menolak kembali bersekolah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang sistem pengawasan sekolah dan kesiapan penerapan pendidikan inklusif di satuan pendidikan negeri.

Keterangan keluarga menyebutkan, Jansen memiliki keterbatasan dalam memahami pelajaran berhitung. Alih-alih mendapatkan pendampingan khusus, korban justru diduga menerima perlakuan fisik. Fakta ini memperkuat dugaan kegagalan sekolah dalam memenuhi hak anak disabilitas sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Guru berinisial JD mengakui telah melakukan pemukulan dengan dalih mendisiplinkan siswa. Pernyataan tersebut memantik kecaman publik karena menunjukkan masih mengakarnya pola kekerasan yang dibungkus dengan dalih pendidikan. Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme pengawasan maupun langkah preventif yang telah dilakukan.

Tindakan tersebut diduga melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Penyandang Disabilitas, serta regulasi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Regulasi tersebut secara tegas melarang hukuman fisik dalam bentuk apa pun.

Meski persoalan ini disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara guru dan orang tua korban, langkah tersebut tidak serta-merta menggugurkan kewajiban negara dan institusi pendidikan untuk melakukan evaluasi, pembinaan, dan penindakan administratif.

Kasus ini menjadi alarm keras: tanpa pengawasan ketat dan keberanian menindak, sekolah berpotensi menjadi ruang yang justru membahayakan anak—terutama mereka yang paling rentan.

(hws***)

adminbharindo

Recent Posts

Bareskrim Polri Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Ko Erwin di Jakarta Timur

Jakarta, bharindo.co.id – Upaya pemberantasan jaringan narkotika terus digencarkan. Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri…

4 jam ago

Pemudik Apresiasi Kinerja Polri, Arus Balik Lebaran 2026 Dinilai Lancar

Jawa Barat, bharindo.co.id – Arus balik Lebaran 1447 Hijriah pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dinilai…

4 jam ago

Bareskrim Polri Tuntaskan Kasus Judi Daring, Berkas Lengkap dan Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jakarta, bharindo.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menuntaskan penyidikan kasus perjudian daring berskala…

4 jam ago

Kapolri Tinjau Arus Balik di Bakauheni, Pastikan Perjalanan Pemudik Aman dan Lancar

Lampung, bharindo.co.id – Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung arus balik Lebaran 1447 Hijriah di…

4 jam ago

Bentrok Pemuda di Maluku Tenggara Berangsur Kondusif, Polisi Imbau Warga Tahan Diri

Maluku, bharindo.co.id – Polda Maluku mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi pascabentrokan…

4 jam ago

Personel Damai Cartenz Berbaur di Pasar Sinak, Bangun Kedekatan dengan Warga Papua

Papua, bharindo.co.id – Aktivitas di Pasar Sinak, Sabtu (28/3/2026) pagi, berlangsung seperti biasa. Mama-mama Papua…

4 jam ago