Categories: Nasional

Kemenhut Perketat Pengawasan Kayu di Wilayah Bencana Sumatera, Kanal Aduan Diperluas 24 Jam

bharindo.co.id Jakarta,- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperketat pengawasan dan memperluas kanal aduan untuk mencegah potensi pengangkutan kayu ilegal di wilayah terdampak banjir di Sumatera. Langkah ini diambil menyusul keputusan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) yang menghentikan sementara seluruh aktivitas pemanfaatan dan pengangkutan kayu selama masa tanggap darurat.

Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan Kemenhut, Yazid Nurhuda, menyatakan kebijakan itu bertujuan menutup peluang pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi bencana untuk melakukan praktik ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.

“Kami mendukung penuh keputusan pembekuan sementara ini. Dalam situasi tanggap darurat, fokus utama adalah pemulihan dan mitigasi risiko. Gakkum hadir untuk memastikan dan mencegah tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi bencana untuk kepentingan ilegal,” ujar Yazid, Jumat (12/12/2025).

Kemenhut menilai kondisi darurat berpotensi dimanfaatkan sebagai celah untuk mencampurkan kayu ilegal ke dalam jalur distribusi resmi. Untuk itu, Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) menginstruksikan jajarannya memperluas kanal pengaduan dan memperketat pengawasan terhadap seluruh aktivitas kehutanan.

Menurut Yazid, instruksi lapangan sejalan dengan surat edaran Dirjen PHL yang ditujukan kepada seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) serta pemegang persetujuan Pemanfaatan Kayu Kegiatan Non Kehutanan (PKKNK).

“Tim Gakkum Kehutanan akan mengawasi kepatuhan pemegang izin agar tidak melakukan pengangkutan, pemuatan, maupun pengiriman kayu dalam bentuk apa pun selama masa penghentian berlaku,” tegasnya.

Ditjen Gakkum juga telah berkoordinasi dengan dinas kehutanan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk melakukan pengawasan bersama di titik-titik rawan.

Kebijakan penghentian sementara aktivitas pemanfaatan dan pengangkutan kayu berlaku efektif mulai 8 Desember 2025 hingga ada pemberitahuan resmi berikutnya. Kemenhut berharap langkah preventif ini dapat mendukung percepatan pemulihan sekaligus menjaga kelestarian hutan pascabencana.

Sejalan dengan itu, kanal pengaduan masyarakat diperluas dan disiagakan 24 jam, guna memastikan setiap laporan dapat ditindak dengan cepat oleh petugas di lapangan.

Kemenhut meminta warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar segera melapor jika melihat aktivitas penebangan mencurigakan atau pengangkutan kayu selama masa penghentian berlaku.

Laporan dapat disampaikan melalui call center, media sosial resmi Gakkum, serta sistem pengaduan daring:
pengaduan.gakkum@kehutanan.go.id atau Hotline +62 852-7014-9194.

Kemenhut menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting sebagai “mata dan telinga” negara untuk mencegah praktik ilegal yang berpotensi merusak hutan dan menghambat proses pemulihan di wilayah bencana. (***)

adminbharindo

Recent Posts

Bareskrim Polri Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Ko Erwin di Jakarta Timur

Jakarta, bharindo.co.id – Upaya pemberantasan jaringan narkotika terus digencarkan. Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri…

8 jam ago

Pemudik Apresiasi Kinerja Polri, Arus Balik Lebaran 2026 Dinilai Lancar

Jawa Barat, bharindo.co.id – Arus balik Lebaran 1447 Hijriah pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dinilai…

8 jam ago

Bareskrim Polri Tuntaskan Kasus Judi Daring, Berkas Lengkap dan Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jakarta, bharindo.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menuntaskan penyidikan kasus perjudian daring berskala…

8 jam ago

Kapolri Tinjau Arus Balik di Bakauheni, Pastikan Perjalanan Pemudik Aman dan Lancar

Lampung, bharindo.co.id – Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung arus balik Lebaran 1447 Hijriah di…

8 jam ago

Bentrok Pemuda di Maluku Tenggara Berangsur Kondusif, Polisi Imbau Warga Tahan Diri

Maluku, bharindo.co.id – Polda Maluku mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi pascabentrokan…

8 jam ago

Personel Damai Cartenz Berbaur di Pasar Sinak, Bangun Kedekatan dengan Warga Papua

Papua, bharindo.co.id – Aktivitas di Pasar Sinak, Sabtu (28/3/2026) pagi, berlangsung seperti biasa. Mama-mama Papua…

8 jam ago