Bharindo Trenggalek,-– Pertemuan klarifikasi penggunaan dana komite yang digelar SMAN 1 Kampak, Rabu,(27/8/2025). Tidak menghasilkan titik terang. Undangan yang disampaikan pasca demo siswa sehari sebelumnya ternyata justru membuat banyak wali murid merasa kecewa.
Acara yang dijadwalkan berlangsung sejak pagi hingga siang itu menyita waktu berjam-jam. Namun, setiap kali muncul pertanyaan dari wali murid, jawaban Kepala SMAN 1 Kampak, Bahtiar Khoiri, S.Pd., MM.Pd., dinilai bertele-tele dan tidak menyentuh inti persoalan.
Setelah keluar dari ruang rapat kepala sekolah Bachtiar menjelaskan kepada awak media,
“Pertemuan hari ini sebenarnya bukan tiba-tiba tapi sudah direncanakan bagaimana dan solusi apa yang harus dilakukan, karena seminggu lebih saya melakukan investiga dan monitoring keuangan ke semua bendahara dan banyak pertanyaan dari bapak ibu guru, bendahara badan sakit saya tidak bisa menjelaskan membuktikan langsung, dan saya ada menemukan beberapa hal sebetulnya ini prasangka bisa terjadi bahaya juga, anak-anak meneriakan mobil sekolah-mobil sekolah bendahara mobilnya baru, Bu Ratna mobilnya baru ternyata setelah saya tanya hutang, terkait tuntutan mundur nya bendahara komite, saat saya audit seminggu yang lalu teman-teman bendahara itu sudah merasakan kegelisahan saya periksa, saya tanya berjam-jam, menyikapi tuntutan terkait kemunduran kepala sekolah”saya serahkan sepenuhnya kepada bidang GBK provinsi Jawa Timur, saya serahkan sepenuhnya kepada pak kades tentang peristiwa ini bagi saya jabatan itu titipan dan amanah betapa beratnya, pun saya juga mungkin sudah waktunya.
“Harapan saya untuk seks siswa bisa menikmati belajar di SMA kampak itu semakin lebih baik semakin,tenang hati dan pikirannya bapak ibu guru juga begitu tidak hanya mengajar tapi juga membimbing, mendampingi anak-anak lebih ikhlas dan semangat.”ungkapnya.
wali murid,”Agus, menyampaikan
“Bukannya menjawab langsung, tapi justru muter-muter. Jadi kami semakin bingung, dari wali murid yang dibutuhkan seperti aspirasi siswa transparansi, klarifikasi diminta untuk menjelaskan rincian satu persatu data-datanya masih menunggu, ini kan sekolah kan ada komputer masa nulisnya di buku kan tinggal nge-print aja jadi dan hari ini bisa ditunjukkan. setelah adanya demo murid jangan sampai ada intimidasi, intervensi kepada murid bela sekolah mengintervensi atau mengintimidasi murid yang jelas dari wali murid tidak tinggal diam,”Tegasnya.
Agus menambahkan
“iuran berapa-berapa pun jumlahnya kepada wali murid yang penting adanya transparansi yang jelas, tetap sepakat karena nyekolahkan anak itu kewajiban orang tua dan butuh dana habis banyak pun ndak masalah.”pungkasnya (Agus).
Kekecewaan itu membuat sejumlah wali murid memilih meninggalkan forum sebelum acara ditutup secara resmi. Mereka menilai pertemuan tersebut tidak memberi kejelasan mengenai transparansi dana komite yang selama ini dipertanyakan, bahkan sejak aksi protes para siswa sehari sebelumnya.
Situasi ini menambah sorotan publik terhadap pengelolaan dana komite di SMAN 1 Kampak. Wali murid berharap ada tindak lanjut nyata, baik dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan, agar persoalan tidak berlarut-larut.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Kampak yang turut hadir dalam forum, setelah acara selesai enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Ia hanya memilih meninggalkan lokasi tanpa komentar meski sempat diminta klarifikasi lebih lanjut.
(Yoyok)
