Februari 16, 2026
image - 2025-12-04T120306.675

bharindo.co.id Padang,— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mempercepat pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan 145 unit base transceiver station (BTS) yang terdampak serta pendistribusian internet satelit untuk mendukung jalur komunikasi darurat.

Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Kementerian Komdigi, Helmi, mengatakan pihaknya mengerahkan personel ke sejumlah lokasi untuk memastikan akses komunikasi yang sebelumnya terputus dapat segera kembali berfungsi.
“Melalui pengerahan personel di lapangan, jalur komunikasi yang terputus segera terkoneksi kembali,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Sebagai langkah cepat penanganan darurat, Komdigi mendistribusikan 32 unit internet satelit Starlink ke berbagai titik terdampak banjir dan longsor di Sumbar. Langkah ini untuk memastikan komunikasi tetap dapat dilakukan, terutama untuk keperluan evakuasi, koordinasi, dan pendataan kebutuhan warga.

“Bantuan alat satelit internet ini gratis. Penggunaan fasilitas ini tidak dipungut biaya,” tambah Helmi. Selain penyediaan internet satelit, Komdigi juga melakukan perbaikan BTS yang rusak atau tidak berfungsi akibat bencana.

Berdasarkan data dasbor sistem pemantauan per 3 Desember 2025, total BTS yang mengalami gangguan mencapai 154 unit dari total 3.739 BTS di Sumbar—sekitar 4 persen dari keseluruhan jaringan. Dari jumlah tersebut, 124 BTS mengalami gangguan akibat pasokan listrik terputus. Balai Monitoring telah mengerahkan sejumlah genset untuk menopang operasional perangkat tersebut.

Selain itu, 29 BTS mengalami gangguan transmisi akibat putusnya koneksi fiber optik atau radio link, sementara satu BTS mengalami kerusakan fisik karena terseret arus banjir.

Sebaran BTS terdampak meliputi:

  • Kabupaten Agam: 45 BTS

  • Pasaman: 37 BTS

  • Padang Pariaman: 18 BTS

  • Solok: 14 BTS

  • Kota Padang: 12 BTS

  • Kota Solok: 5 BTS

  • Pasaman Barat: 5 BTS

  • Kota Pariaman: 3 BTS

  • Tanah Datar: 2 BTS

  • Pesisir Selatan, Sijunjung, dan sejumlah daerah lainnya: masing-masing 1 BTS

Upaya percepatan pemulihan jaringan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Diskominfotik Provinsi Sumbar. Kepala Diskominfotik Sumbar, Rudi Rinaldi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk pendistribusian perangkat internet satelit.

Ia menjelaskan Starlink dapat berfungsi optimal selama tidak ada hambatan terhadap penerimaan sinyal serta tersedia dukungan daya listrik, baik dari jaringan PLN maupun genset. Jangkauan sinyal perangkat ini mencapai 500 meter hingga 1 kilometer dan mampu digunakan hingga 60 pengguna secara bersamaan.

Selain pendistribusian internet satelit, Balai Monitor juga mengoperasikan repeater kebencanaan di puncak Gunung Singgalang. Repeater ini mampu menjangkau 9 hingga 10 kabupaten/kota di Sumbar dan digunakan melalui perangkat radio komunikasi. Fasilitas tersebut telah dimanfaatkan oleh BPBD, PPTD, ORARI, dan RAPI dalam mendukung koordinasi kebencanaan.

Komdigi memastikan seluruh upaya terus dimaksimalkan agar layanan komunikasi di Sumbar segera pulih sepenuhnya, sehingga proses penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *