Categories: Gorontalo

Konsisten Kawal Hak Ribuan Petani Plasma Sawit, Pansus Deprov Gorontalo Undang BPK & BPKP, Tak Gentar Diterpa Isu Miring

Bharindo Gorontalo. Di tengah terpaan isu miring soal dugaan penerimaan uang dari perusahaan sawit, Panitia Khusus (Pansus) Sawit DPRD Provinsi Gorontalo justru menunjukkan sikap tegas dan melaju tanpa kompromi. Tak hanya berani menyatakan lahan 4.000 hektare milik Palma Group di Kabupaten Gorontalo patut disita oleh negara, Pansus kini bersiap menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam membongkar tuntas dugaan pelanggaran tata kelola perkebunan sawit di daerah Gorontalo.

Ketua Pansus, Umar Karim, mengonfirmasi rencana pemanggilan dua lembaga audit negara tersebut. “Ya, kami Pansus akan mengundang BPK dan BPKP pada Senin, 21 Juli 2025,” tegasnya saat ditemui di sela Rapat Komisi I. “Ini bentuk keseriusan kami. Sebelumnya kami sudah mengundang Polda Gorontalo, Kejaksaan Tinggi, dan Ombudsman. Kini saatnya BPK dan BPKP kami libatkan guna membantu kami menyelesaikan masalah perkebunan kelapa sawit di daerah ini.”

Umar menjelaskan, Pansus akan memaparkan seluruh temuan hasil investigasi terhadap tata kelola sawit yang diduga penuh kejanggalan. “Kami ingin temuan-temuan ini ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga. Karena banyak hal yang kami temukan bukan lagi domain Pansus untuk menindak,” ujar Umar. Ia menyebut beberapa kebijakan pemerintah yang diduga menyimpang akan diserahkan ke BPK dan BPKP untuk diaudit secara menyeluruh.

Menanggapi tudingan liar yang sempat menyebut Pansus menerima dana dari pihak sawit, Umar menanggapinya dengan santai namun tajam. “Isu itu justru memicu semangat kami. Bukan mengendurkan kinerja, malah makin kami gas pol,” ucapnya sambil tertawa. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak pernah menyebut secara langsung Pansus. “Tapi karena saya Ketua Pansus, saya ambil tanggung jawab, dan sudah saya laporkan ke Polda.”

UK sapaan akrabnya menilai isu tersebut tak akan menyurutkan langkah Pansus. “Pansus tidak butuh keyakinan dari segelintir orang. Yang kami butuhkan adalah kepercayaan dari ratusan petani yang sudah kami temui langsung di lapangan,” tegasnya.

Gaspol Sawit! Itulah semangat yang kini digaungkan Pansus. Satu per satu lembaga hukum, lembaga audit, dan pengawasan diajak duduk bersama, memastikan tidak ada lagi ruang kompromi atas konflik agraria dan ketimpangan yang telah lama mengakar di balik rimbun kebun kelapa sawit di Gorontalo. (nnts***)

adminbharindo

Recent Posts

PMB UIT Lirboyo Kediri Bagikan Takjil, Warga Sambut Antusias

KEDIRI bharindo.co.id — Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIT Lirboyo Kediri menggelar kegiatan berbagi takjil…

4 jam ago

Trending Topik, Udin Pasar Batu P Hulu Buah Bibir Masyarakat, Diduga Edarkan Sabu Seenaknya

Labuhanbatu bharindo.co.id - Aktivitas peredaran narkoba jenis sabu di wilyah hukum Polsek Panai Tengah kembali…

5 jam ago

Kapolres Wonosobo Cek Kesiapan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026

WONOSOBO bharindo.co.id — Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan bersama para pejabat utama Polres…

5 jam ago

Ramadhan Aman dan Kondusif, Banser Bersama Elemen NU Dirikan Posko Siaga di Desa Kebon Anom Kecamatan Gedangan kabupaten Sidoarjo

Sidoarjo bharindo.co.id – Semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan…

5 jam ago

Islah Kedua Gagal! Wakil Bupati Absen, Aliansi Laskar Jenggolo Datangi DPRD Sidoarjo Tagih Janji Perdamaian

Sidoarjo bharindo.co.id – Upaya islah atau rekonsiliasi antara Bupati Sidoarjo dan Wakil Bupati Sidoarjo kembali…

2 hari ago

Polres Wonosobo Resmikan Dua Jembatan Merah Putih Presisi untuk Dukung Akses Masyarakat

Wonosobo bharindo.co.id – Polres Wonosobo meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek,…

2 hari ago