Categories: INTERNASIONAL

Melihat Sejarah Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Bharindo Jakarta,- Tahukah Anda, Hakordia merupakan kepanjangan dari Hari Anti korupsi Sedunia yang disetujui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2003. Dan peringatan ini selalu diperingati pada setiap tanggal 9 Desember.

Terlepas dari peranannya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mencegah Korupsi. Namun ternyata, Hakordia juga tidak terlepas dari sejarahnya yang sangat panjang.

Tema Hakordia pada 2024 di Indonesia, yakni “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat berkontribusi dalam menentukan tema Hakordia pada tahun ini.

Sejarah Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) bermula dari dampak buruk korupsi yang semakin meningkat. Perhatian ini membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah konkret dalam memberantas korupsi.

Melansir dari PBB, pada 31 Oktober 2003, PBB sempat mengadakan Konvensi PBB untuk memberantas korupsi. Atau yang dikenal dengan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Dalam pembentukannya, Konvensi ini bertujuan untuk menyatukan pandangan berbagai negara dalam melawan korupsi di tingkat internasional. Sehingga, pada 9 Desember 2003 tepatnya di Merida, Meksiko, perjanjian internasional tersebut disetujui dan ditanda tangani.

Sejak saat itu, setiap 9 Desember diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di seluruh dunia. Seiring berjalannya waktu, sebanyak 188 negara, termasuk Indonesia.

Masuknya Indonesia, membuat negara tersebut telah berkomitmen untuk menangani permasalahan korupsi dan melaksanakan kewajiban antikorupsi. Komitmen ini juga yang mencerminkan pentingnya tata kelola yang akuntabel, pemerintah yang baik, dan tekad politik untuk memberantas korupsi.

Setiap tahun, peringatan Hakordia mengusung tema yang berbeda, hal ini dikarenakan untuk menggambarkan upaya melawan korupsi. Tema ini bervariasi di setiap negara, tetapi tetap fokus pada tujuan utama dalam menanggulangi kasus korupsi yang terus terjadi. (ils78***)

adminbharindo

Recent Posts

Peta Politik Desa Mulai Memanas! Riswanto Tancap Gas — Siap Rebut Kursi Kepala Desa Padamara 2027

bharindo.co.id  Padamara,— Dinamika jelang pemilihan kepala desa mulai terasa. Nama Riswanto menjadi perbincangan warga setelah…

8 menit ago

Koramil 01/Wonosobo Dampingi Ribuan Warga Kalianget Gelar Nyadran, Perkuat Persaudaraan dan Gotong Royong

bharindo.co.id Wonosobo,– Koramil 01/Wonosobo membersamai kegiatan tradisi nyadran yang digelar masyarakat Kelurahan Kalianget, Kabupaten Wonosobo,…

17 menit ago

Sambut Ramadhan 1447 H, Satlantas Polres Tebing Tinggi Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

bharindo.co.id Tebing Tinggi,- Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Keluarga Besar Satuan Lalu Lintas (Satlantas)…

22 menit ago

Jalin Silahturahmi, Bhabinkamtibmas Polsek Sipispis Sampaikan Himbauan Jelang Ramadan

bharindo.co.id Tebing Tinggi,- Dalam rangka menjalin silaturahmi, Bhabinkamtibmas Polsek Sipispis Polres Tebing Tinggi Aiptu Iwan…

24 menit ago

Dana Desa Dipertanyakan! Ketahanan Pangan & BumDes Lengkong Kulon Disorot — Dugaan Penyelewengan Mengemuka

bharindo.co.id Majalengka,- Program ketahanan pangan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di Desa Lengkong…

27 menit ago

Wamenpora RI Apresiasi Panitia Turnamen Inomasa Cup I U-17 — Serukan Olahraga Jadi Gaya Hidup Bangsa

bharindo.co.id Gorontalo,— Gaung Turnamen Sepak Bola Inomasa Cup I U-17 kembali bergema hingga tingkat nasional.…

2 hari ago