Februari 15, 2026
image (8)

bharindo.co.id Jakarta,-  Pemerintah menegaskan kehadirannya dalam menjamin kesehatan masyarakat lewat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terus diperluas ke seluruh penjuru negeri. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyatakan program ini merupakan wujud nyata komitmen negara untuk memastikan masyarakat hidup sehat dan produktif.

“Presiden Prabowo Subianto menginginkan seluruh masyarakat Indonesia hidup sehat. Dengan cek kesehatan ini, negara hadir — Indonesia harus sehat dan kuat,” ujar Wamentrans, Rabu (11/2/2026).

Program yang diluncurkan pada 2025 itu disebut telah menjangkau sekitar 70 juta warga hanya dalam satu tahun. Pemerintah kini membidik target lebih ambisius: 130 juta peserta pada 2026 — angka yang menandakan ekspansi besar layanan kesehatan preventif.

Menurut Viva Yoga, pemeriksaan gratis ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah deteksi dini terhadap potensi penyakit kronis yang sering tidak disadari masyarakat. Ia mengingatkan, merasa sehat bukan berarti bebas risiko. Pemeriksaan rutin dinilai penting agar gangguan kesehatan tidak menghambat aktivitas dan produktivitas.

Pelaksanaan program dilakukan secara masif. Layanan tak hanya tersedia di puskesmas, tetapi juga menjangkau sekolah, pesantren, pusat perbelanjaan, hingga lokasi kerja. Pemerintah bahkan turun langsung ke lingkungan kerja untuk memantau kondisi kesehatan pekerja sekaligus mendorong partisipasi.

“Kalau sakit tidak bisa bekerja dan tidak bisa produktif. Karena itu kami hadir langsung,” tegasnya.

Program ini juga menargetkan seluruh lapisan masyarakat — mulai bayi hingga lansia, serta berbagai profesi dari petani, nelayan, guru, dosen hingga pekerja sektor lainnya. Jika ditemukan indikasi penyakit, peserta akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lanjutan.

Pemerintah berharap CKG tidak hanya meningkatkan produktivitas nasional, tetapi juga membangun budaya hidup sehat sebagai kebiasaan masyarakat. “Kami bersyukur program ini bisa mendorong produktivitas sekaligus menekan potensi penyakit kronis,” kata Viva Yoga.

Langkah besar ini menunjukkan strategi kesehatan nasional yang makin agresif — menghadirkan negara bukan hanya saat masyarakat sakit, tetapi sejak tahap pencegahan. Kini publik menanti, apakah target ratusan juta peserta benar-benar tercapai dan mampu mengubah wajah kesehatan Indonesia ke depan. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *