November 30, 2025
image - 2025-11-16T230550.979

bharindo.co.id Cilacap,– Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, memasuki hari keempat pada Minggu (16/11/2025) dengan kegiatan yang semakin intensif. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian di sektor A2 dan A3 setelah K9 kembali memberikan penandaan titik-titik potensial. Cuaca cerah turut mendukung perluasan galian, meski tim tetap menerapkan prosedur kehati-hatian karena pergerakan tanah di lereng masih terasa.

Sejak pagi, Polri menggelar briefing evaluasi bersama BPBD dan Basarnas untuk menetapkan jalur masuk aman serta membagi sektor kerja personel. Polri juga menempatkan titik kontrol di beberapa area guna mengantisipasi pergerakan tanah yang sulit diprediksi.

Di sektor A2—lokasi ditemukannya dua jenazah dan dua bagian tubuh sebelumnya—tim memfokuskan pencarian berdasarkan pola sebaran material longsor. Sementara sektor A3 diperkuat dengan tambahan personel karena struktur timbunan di area tersebut berlapis-lapis sehingga memerlukan penggalian manual yang lebih intensif.

Pelayanan kesehatan menjadi unsur penting dalam operasi ini. Petugas medis Polri disiagakan di dua titik: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan di dekat lokasi bencana.

Di RSUD, korban luka menjalani pemeriksaan lanjutan seperti penanganan cedera ekstremitas, perawatan luka sobek, dan terapi pernapasan bagi warga yang mengalami inhalasi debu. Sementara di posko lapangan, petugas menangani kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik.

Untuk mempercepat layanan, jalur pasien dibagi menjadi tiga kategori: pemeriksaan cepat, tindakan medis ringan, dan rujukan langsung ke RSUD. Langkah ini terbukti mengurangi antrean, terutama pada periode sibuk saat evakuasi pagi hari.

Polri juga menempatkan personel khusus untuk mendampingi lansia dan anak-anak yang mengalami stres akibat perubahan lingkungan pengungsian.

Layanan dukungan psikologis turut diperluas. Sebanyak 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, konselor Polresta Cilacap, dan relawan psikososial dikerahkan untuk memberikan pendampingan.

Tim menyasar tenda pengungsian satu per satu guna memetakan kondisi emosional warga yang selamat. Bagi anak-anak, disediakan aktivitas seperti permainan terarah dan sesi mewarnai untuk membantu mengembalikan rasa aman.

Hingga Sabtu malam, tercatat 48 warga telah menerima layanan psikologis aktif, beberapa di antaranya menjalani sesi lanjutan untuk menghadapi kehilangan keluarga maupun trauma mendalam.

Dalam operasi pencarian, Polri mengerahkan 155 personel, terdiri dari 125 anggota Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob. Empat anjing pelacak dari Polda Jateng, Polresta Banyumas, dan Polres Temanggung terus melakukan penandaan sebelum tim teknis melakukan galian manual di titik tersebut.

Polri juga memasang alat pemantau retakan tanah di beberapa lokasi untuk memperingatkan petugas yang bekerja di bawah. Sementara itu, Sabhara dan Lantas mengatur arus kendaraan bantuan agar logistik dapat masuk tanpa hambatan, serta membersihkan jalur dari semak dan kayu yang menghalangi tim SAR.

Hingga hari keempat, sembilan korban telah ditemukan dan semuanya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI. Dari total 20 warga yang dilaporkan hilang, masih ada 11 korban yang dalam pencarian. Operasi pencarian kini dilakukan lebih terarah berdasarkan pola longsoran dan temuan sebelumnya.

Di sisi lain, Tim DVI tetap disiagakan penuh untuk mengidentifikasi temuan baru dengan cepat.

Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban dan memastikan bahwa Polri bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan akan terus bekerja tanpa henti hingga seluruh korban ditemukan.

Masyarakat diminta tetap tenang, menghindari area tebing rawan runtuhan, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *