Maret 28, 2026
img-20260321-wa0011_451938

Jakarta, bharindo.co.id — Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki hari ke-9 dengan catatan positif. Berdasarkan hasil pemantauan periode Jumat (20/03/2026) pukul 18.00 WIB hingga Sabtu (21/03/2026) pukul 06.00 WIB, situasi kamtibmas secara nasional dilaporkan aman, kondusif, dan tanpa kejadian menonjol.

Seiring dengan volume kendaraan yang mulai melandai, Korlantas Polri mengambil langkah strategis dengan menghentikan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) skala nasional pada arus mudik Lebaran tahun ini.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh.

“Berdasarkan hasil evaluasi, arus lalu lintas terpantau landai dan terkendali, sehingga rekayasa one way nasional dihentikan dan arus kendaraan kembali normal dua arah,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan lalu lintas akan tetap bersifat dinamis mengikuti kondisi di lapangan. Saat ini, fokus pengamanan mulai diarahkan pada rangkaian inti Idul Fitri 1447 Hijriah, mulai dari malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga pengamanan destinasi wisata.

Data lalu lintas menunjukkan tren penurunan arus mudik. Volume kendaraan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat sebanyak 48.440 kendaraan atau turun 13,86 persen dibanding kondisi normal. Sementara itu, arus masuk ke Jakarta tercatat 20.519 kendaraan atau turun signifikan hingga 56,42 persen.

Di sisi keselamatan, Polri mencatat sebanyak 260 kejadian kecelakaan lalu lintas selama periode pemantauan. Dari jumlah tersebut, 15 orang meninggal dunia, 25 orang mengalami luka berat, dan 272 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai Rp695,7 juta.

Polri pun terus mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama menjelang arus balik Lebaran yang diprediksi akan mengalami peningkatan mobilitas.

Masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret 2026 serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna menghindari penumpukan kendaraan. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada keselamatan di objek wisata, khususnya wisata air, serta kegiatan halal bihalal yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Basarnas, BMKG, Jasa Raharja, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Menutup keterangannya, Jansen Avitus Panjaitan mewakili Polri menyampaikan ucapan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membawa keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (azs***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *