Maret 28, 2026
image (29)

Palembang, bharindo.co.id — Polda Sumatera Selatan resmi merampungkan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 dengan mencatat peningkatan signifikan pada berbagai indikator pengamanan dan pelayanan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, menyampaikan bahwa selama periode 13 hingga 25 Maret 2026, total kegiatan preemtif dan preventif mencapai 30.956 kegiatan, meningkat 12,2 persen dibandingkan tahun 2025.

Peningkatan paling menonjol terjadi pada kegiatan preventif yang naik hingga 30,4 persen. Hal ini menunjukkan penguatan kehadiran personel di lapangan dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta kecelakaan lalu lintas.

Di bidang penegakan hukum, Polda Sumsel juga mencatat transformasi berbasis teknologi melalui penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Penindakan melalui ETLE mobile meningkat signifikan hingga 658 persen, sementara tilang manual turun drastis sebesar 98,9 persen.

“Hal ini menandakan pergeseran menuju penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan akuntabel,” ujar Kapolda.

Dari sisi transportasi, seluruh moda mengalami pertumbuhan. Penumpang bandar udara meningkat 38 persen menjadi 178.522 orang, sementara terminal bus tumbuh 43 persen menjadi 70.301 penumpang. Moda kereta api juga mengalami peningkatan sebesar 17,4 persen, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.

Sementara itu, arus kendaraan di jalan tol tercatat mencapai 459.476 kendaraan, dengan pertumbuhan pada sejumlah ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Indralaya–Prabumulih.

Namun demikian, peningkatan mobilitas masyarakat turut berdampak pada naiknya angka kecelakaan lalu lintas. Jumlah kejadian tercatat meningkat dari 80 menjadi 129 kasus, yang menjadi perhatian serius untuk evaluasi ke depan.

“Selama 13 hari, seluruh personel bekerja tanpa henti. Capaian ini adalah hasil dedikasi bersama, namun peningkatan angka kecelakaan menjadi perhatian yang harus kami jawab dengan langkah yang lebih baik ke depan,” jelas Kapolda.

Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa transparansi data yang disampaikan merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan data ini secara terbuka. Ada capaian yang meningkat dan ada yang menjadi evaluasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Keberhasilan Operasi Ketupat Musi 2026 juga didukung sinergi lintas sektor dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

Polda Sumatera Selatan pun mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110.

Operasi Ketupat Musi 2026 resmi berakhir dalam kondisi aman dan kondusif, dengan komitmen Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan pada operasi kepolisian selanjutnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *