Februari 16, 2026
image - 2025-12-10T065451.665

bharindo.co.id Serang,- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian dan pariwisata di wilayah selatan menjadi strategi kunci dalam mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah di Provinsi Banten.

Menurutnya, kapasitas ekonomi Banten—khususnya di wilayah selatan—belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal daerah tersebut memiliki sumber daya alam yang sangat potensial untuk mendorong pertumbuhan.

“Kita punya potensi besar di bidang wisata dan pertanian dalam arti luas, tapi belum tergali secara optimal. Pembangunan infrastruktur di selatan harus menjadi momentum untuk menarik investasi masuk ke sektor ini,” ujar Ameriza, dilansir dari Antaranews, Selasa (9/12/2025).

Ia memaparkan bahwa kontribusi wilayah selatan, terutama Kabupaten Pandeglang dan Lebak, terhadap PDRB Banten hanya sekitar 6 persen. Angka tersebut stagnan selama dua dekade terakhir dan menunjukkan ketimpangan signifikan dengan wilayah utara yang didominasi sektor industri dan properti.

Untuk mengubah struktur tersebut, BI menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai skema insentif bagi investor, sehingga penanaman modal tidak lagi terkonsentrasi di utara, tetapi mulai bergerak ke wilayah selatan.

Ameriza menambahkan, optimalisasi pertanian dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan efek ganda berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. Pengembangan dua sektor unggulan tersebut dinilai dapat menjadi solusi atas paradoks ekonomi Banten, di mana pertumbuhan tinggi selama ini masih dibarengi angka pengangguran dan kemiskinan yang cukup besar.

“Disparitas ini menjadi penghambat. Jika wilayah selatan berkembang, akan terjadi lompatan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan dinikmati masyarakat luas,” ujarnya.

BI berharap pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat bersinergi untuk memperkuat investasi, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan menggenjot produktivitas sektor-sektor unggulan sebagai langkah memastikan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Banten. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *