Categories: Gorontalo

Pansus Kelapa Sawit Deprov Gorontalo Identifikasi Masalah Kemitraan, Temui 150 KK Petani Plasma di Toyidito dan Kotaraja

Bharindo Gorontalo,- Panitia Khusus (Pansus) Kelapa Sawit DPRD Provinsi Gorontalo terus mengoptimalkan kinerja pengawasan dan identifikasi persoalan kemitraan antara petani plasma dan perusahaan pengelola kebun sawit. Selama dua hari kunjungan lapangan, Rabu hingga Kamis (12–13 Juni 2025), Pansus mendatangi dua desa sebagai wilayah petani kemitraan kelapa sawit yakni Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, dan Desa Kotaraja, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.

Awak Media Bharindo.co.id merangkum kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Umar Karim,S.IP bersama anggota Hj. Sitti Nurayin Sompie, Dr. Meyke M. Camaru, Abd. Ghalib Lahidjun, dan Wahyudin Moridu. Turut mendampingi sejumlah instansi teknis, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah kabupaten, Dinas Pertanian, serta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo.

Pertemuan di hari pertama berlangsung di Aula Kantor Desa Toyidito, sedangkan hari kedua dilanjutkan di Desa Kotaraja. Secara keseluruhan, Pansus berdialog langsung dengan sekitar 150 kepala keluarga (KK) petani plasma dari kedua desa yang selama ini menjalin kemitraan dengan koperasi maupun dengan perusahaan kelapa sawit.

Dalam dialog terbuka tersebut, sejumlah fakta mencengangkan terungkap. Para petani menyampaikan bahwa mereka merasa dirugikan secara sistemik oleh perusahaan yang mengimingi dan menjanjikan pembagian hasil dari pengelolaan lahan sawit melalui kontrak kemitraan. Namun, janji tersebut tidak berkesesuaian dengan pengorbanan mereka secara adil dan transparan.

Pansus mendapati adanya indikasi kuat kejanggalan dalam tata kelola kemitraan antara koperasi petani plasma dan perusahaan. Ironisnya, petani yang semestinya mendapatkan pembagian hasil sebesar 20 persen dari keuntungan pengelolaan lahan, justru hanya menerima hasil yang sangat kecil dan tidak rasional.

“Harusnya petani plasma menerima 20 persen dari hasil pengelolaan sesuai aturan, tapi kenyataannya mereka hanya menerima hasil bervariasi bahkan sangat kecil dari yang hanya Rp7.000 hingga Rp200.000 per hektare,” ungkap Ketua Pansus Umar Karim.

Diduga Modus yang digunakan terindikasi sebagai bentuk penipuan terselubung melalui kontrak lahan yang tidak transparan. Petani bahkan mengaku tidak pernah mendapatkan salinan kontrak secara utuh maupun penjelasan mendetail soal skema pembagian hasil. Petani selalu pemilik dan pengelola lahan mengaku bertanda tangan dalam dokumen yang tidak diketahui oleh mereka isi dan maksud surat tersebut.

Ketua Pansus Umar Karim tegas menyatakan akan menindaklanjuti temuan ini secara serius, termasuk kemungkinan pemanggilan para pihak baik koperasi maupun perusahaan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap legalitas kontrak, posisi koperasi, serta tanggung jawab instansi pembina kemitraan.

Sementara itu Hj. Wahyudin Moridu menegaskan bahwa “Kita Pansus dan DPRD Provinsi Gorontalo tentu tidak bisa membiarkan petani plasma terus dirugikan. Ini bukan sekadar masalah pembagian hasil, tapi menyangkut keadilan agraria dan masa depan ekonomi masyarakat di desa,”

Pansus dijadwalkan akan melanjutkan investigasi lapangan ke desa-desa lain yang menjadi sentra kemitraan sawit, guna membongkar pola serupa dan merekomendasikan langkah-langkah korektif kepada pemerintah daerah. (nnts***)

adminbharindo

Recent Posts

Wamenpora RI Apresiasi Panitia Turnamen Inomasa Cup I U-17 — Serukan Olahraga Jadi Gaya Hidup Bangsa

bharindo.co.id Gorontalo,— Gaung Turnamen Sepak Bola Inomasa Cup I U-17 kembali bergema hingga tingkat nasional.…

2 hari ago

Lapangan Bola Jadi Panggung Komitmen! Kepala Desa Tilote dan Pimpinan Media Bhayangkara Indonesia Serukan Langkah Nyata untuk Masa Depan Pemuda

bharindo.co.id Gorontalo,— Penutupan Turnamen Sepak Bola Inomasa Cup I U-17 tak hanya menandai berakhirnya kompetisi…

2 hari ago

Dari Lapangan Desa ke Mimpi Besar! Pimpinan Media Bhayangkara Indonesia Salut, Inomasa Cup I U-17 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola

bharindo.co.id Gorontalo,— Gaung keberhasilan Turnamen Sepak Bola Inomasa Cup I U-17 masih terasa. Ajang yang…

2 hari ago

Diguncang Rintangan, Turnamen Inomasa Cup I U-17 Tetap Meledak! Sosok “Guru Onho” Jadi Motor di Balik Kesuksesan

bharindo.co.id Gorontalo,- Siapa sangka turnamen sepak bola usia muda di lapangan Iloheluma, Desa Tilote, Kecamatan…

2 hari ago

SPPG Sidowareg, Telur Setengah Matang Jadi Menu Hari Jum’at.

bharindo.co.id Jombang,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program menu makan bergizi gratis (MBG) merupakan langkah…

2 hari ago

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Kini Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang Memiliki 6 Unit SPPG

bharindo.co.id Jombang,- Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR mengikuti kegiatan Zoom Metting Launching…

2 hari ago