September 6, 2026
image (8)

PUNCAK JAYA, bharindo.co.id – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat juga berjalan normal pada Sabtu (29/8/2026).

Kondisi tersebut dipantau langsung oleh personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 melalui patroli jalan kaki yang mengedepankan pendekatan humanis. Patroli dimulai sekitar pukul 09.00 WIT dengan menyusuri sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan keamanan, tetapi juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga. Dialog berlangsung dalam suasana santai dengan membahas aktivitas sehari-hari sekaligus kondisi keamanan di lingkungan sekitar.

Patroli kemudian menyasar halaman SMP Satu Atap Mewoluk, Distrik Muara, Puncak Jaya. Kehadiran personel di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman sekaligus membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan masyarakat.

Suasana humanis terlihat ketika seorang warga, yang akrab disapa mama-mama, secara sukarela memberikan pisang kepada anggota Satgas untuk dijadikan bekal selama melaksanakan patroli.

Pemberian sederhana tersebut menjadi gambaran adanya interaksi positif antara personel dengan masyarakat. Kehadiran aparat keamanan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pengamanan, tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung dengan warga.

Wakil Kepala Sekolah SMP Satu Atap Mewoluk, Lukas Murib, menyampaikan apresiasi atas kehadiran personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz yang turut membantu menjaga keamanan di lingkungan masyarakat, termasuk kawasan sekolah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada anggota Satgas Damai Cartenz yang telah melindungi dan mengunjungi kami untuk keamanan bersama di lokasi kita, khususnya di Papua. Kehadiran bapak-bapak sangat berarti bagi kami dan masyarakat,” ujar Lukas.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan patroli di wilayah harus tetap mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi dengan masyarakat.

“Patroli bukan hanya untuk memantau situasi keamanan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi personel untuk hadir dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Dengarkan apa yang disampaikan warga dan bangun hubungan yang baik selama menjalankan tugas,” ujar Faizal.

Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan antara aparat keamanan dengan warga.

“Dengan komunikasi yang baik, personel dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan. Kehadiran yang humanis juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membuat masyarakat merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menjelaskan bahwa patroli jalan kaki memberikan kesempatan bagi personel untuk melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat.

“Patroli jalan kaki memungkinkan personel lebih dekat dengan masyarakat. Ketika bertemu warga, personel dapat menyapa, berbincang dan mendengarkan langsung kondisi di lingkungan mereka. Ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas yang mengedepankan pendekatan humanis,” kata Adarma.

Ia menambahkan, sambutan serta perhatian sederhana yang diberikan masyarakat merupakan bagian dari komunikasi positif yang terbangun selama personel menjalankan tugas.

“Interaksi sederhana seperti berbincang dengan warga maupun perhatian yang diberikan masyarakat menjadi bagian dari hubungan positif yang perlu dijaga. Personel harus tetap menghargai setiap bentuk komunikasi dan membangun suasana yang baik selama bertugas,” tambahnya.

Patroli jalan kaki Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 berlangsung aman dan lancar. Di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan normal, personel terus menyapa warga, memantau lingkungan sekolah, serta membangun komunikasi secara langsung.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran aparat keamanan di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, dalam menjaga situasi kamtibmas sekaligus memperkuat hubungan positif antara personel dengan masyarakat.

Pendekatan humanis diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga kehadiran aparat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menciptakan komunikasi dan hubungan yang semakin baik bersama masyarakat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *