Februari 28, 2026
image - 2026-01-08T210558.652

bharindo.co.id Kupang,— Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim pesan keras kepada jaringan perdagangan orang. Bekerja sama dengan United States Department of Justice – International Criminal Investigative Training Assistance Program (USDOJ–ICITAP), Polda NTT menggelar Seminar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ballroom Hotel Aston Kupang, Kamis (8/1/2026), sebagai langkah strategis memperkuat barisan melawan kejahatan kemanusiaan lintas negara.

Sebanyak 117 peserta ambil bagian dalam forum bergengsi ini, terdiri dari 101 personel Polri dan 16 peserta eksternal dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga keagamaan yang selama ini berada di garda terdepan perlindungan perempuan, anak, dan pekerja migran.

Seminar dibuka langsung oleh Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT Kombes Pol Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H., didampingi jajaran pejabat Polri, perwakilan ICITAP, serta para pemateri dari BP3MI, Direktorat PPA dan PPO Polda NTT, dan Imigrasi NTT.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Dr. Nova menegaskan bahwa NTT merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap TPPO, sehingga membutuhkan penanganan luar biasa dan kolaborasi lintas sektor yang solid.

“TPPO adalah kejahatan serius yang mencabik hak asasi manusia. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Ini perang bersama yang menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Seminar ini membedah secara tajam berbagai aspek krusial, mulai dari kebijakan dan strategi Polri dalam penanganan TPPO, modus operandi dan tren kejahatan, langkah penyelidikan dan penyidikan, hingga perlindungan korban dan penguatan koordinasi lintas instansi.

Materi disampaikan oleh Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida, S.Sos, AKP Yohanes Balla, S.E., serta Analis Keimigrasian Ahli Madya Christian Penna, S.H., yang dikemas dalam dua sesi diskusi interaktif penuh dinamika.

Direktur Reserse PPA dan PPO menegaskan, forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi aparat penegak hukum dan mitra strategis agar penanganan TPPO tidak parsial, tetapi komprehensif dan berorientasi pada korban.

“Kami dorong peningkatan kemampuan personel, mulai dari deteksi dini hingga perlindungan korban, agar penegakan hukum berjalan tegas namun tetap humanis,” ujarnya.

Seminar ini merupakan implementasi nyata kerja sama antara Pemerintah Amerika Serikat melalui USDOJ/ICITAP dengan Direktorat TPPA dan TPPO Mabes Polri serta Polda NTT, dalam kerangka Proyek Pengembangan Kepemimpinan dan Pemolisian Berbasis Komunitas.

Mengakhiri kegiatan, Kombes Pol Dr. Nova menyampaikan apresiasi tinggi kepada ICITAP atas dukungan berkelanjutan dalam penguatan kapasitas Polri menghadapi kejahatan transnasional.

“Dengan sinergi global dan kekuatan lokal, kami optimistis TPPO di NTT bisa ditekan. Ini komitmen bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi,” pungkasnya.

Seminar ditutup dengan deklarasi komitmen bersama seluruh peserta untuk memperkuat sinergi dan peran aktif dalam mencegah serta memberantas tindak pidana perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *