bharindo.co.id Aceh Selatan,— Pasca banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan, masyarakat tidak hanya dihadapkan pada kerusakan infrastruktur dan sisa lumpur genangan, tetapi juga debu tebal yang beterbangan di sejumlah ruas jalan. Lumpur yang mengering di badan jalan menimbulkan debu saat dilintasi kendaraan, sehingga mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan kesehatan warga.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Polri melalui Polres Aceh Selatan melakukan pembersihan dan penyiraman jalan menggunakan water cannon di sejumlah jalan protokol dan jalan lintas, Kamis (8/1). Langkah ini dilakukan guna meminimalisir debu pasca banjir agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Kasat Sabhara Polres Aceh Selatan menyampaikan bahwa penyemprotan dan pembersihan jalan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat pasca bencana.
“Penyiraman dan pembersihan ini kami lakukan untuk mengurangi debu yang muncul akibat lumpur kering sisa banjir. Harapannya, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari masukan petugas kesehatan Polri di Aceh Selatan. Debu pasca banjir dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.
“Debu yang terhirup secara terus-menerus dapat menimbulkan risiko penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” tambahnya.
Selain itu, Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan pasca banjir dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi vitamin.
Kegiatan penyemprotan jalan menggunakan water cannon ini akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan. Polres Aceh Selatan menegaskan kehadiran Polri tidak hanya pada fase tanggap darurat bencana, tetapi juga dalam tahap pemulihan demi mendukung kesehatan dan kenyamanan masyarakat. (***)
