Februari 26, 2026
IMG-20260106-WA0018_661263

bharindo.co.id Aceh Tamiang,— Pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Polri terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak. Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah pemenuhan kebutuhan dasar berupa ketersediaan air bersih.

Hingga Selasa (6/1/2026), Polri telah membangun dan mengaktifkan sebanyak 177 titik sumur bor air bersih yang tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Sumur-sumur bor tersebut dibangun di berbagai lokasi strategis, mulai dari tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran pemerintahan, pemukiman warga, hingga area publik dan lokasi pengungsian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam fase pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal.

“Penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan pascabencana. Polri bergerak cepat memastikan masyarakat dapat segera mengakses air bersih melalui pembangunan sumur bor di berbagai fasilitas publik dan permukiman. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo dalam keterangannya.

Dari total 177 titik sumur bor yang telah dibangun di Aceh Tamiang, sebanyak 62 titik berada di sarana pendidikan, 48 titik di tempat ibadah, 31 titik di pemukiman masyarakat, 18 titik di fasilitas kesehatan, 14 titik di kantor dinas atau pemerintahan, serta empat titik di area publik dan tempat pengungsian. Untuk menyesuaikan kondisi geografis, Polri membangun tiga titik sumur dalam dengan kedalaman 60 hingga 100 meter serta 160 titik sumur dangkal dengan kedalaman 20 hingga 40 meter.

Secara keseluruhan di Provinsi Aceh, Polri menargetkan pembangunan 389 titik sumur bor air bersih. Hingga Senin (5/1/2026) pukul 23.00 WIB, sebanyak 208 titik telah terealisasi di wilayah hukum Polda Aceh. Selain Aceh Tamiang, pembangunan juga telah dilakukan di sejumlah daerah lain, antara lain Kota Langsa sebanyak tujuh titik, Aceh Timur sembilan titik, Aceh Utara sembilan titik, serta beberapa titik di Nagan Raya, Aceh Singkil, dan kabupaten lainnya yang masih dalam tahap pengerjaan.

Upaya berkelanjutan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat. Polri menegaskan pembangunan sumur bor air bersih akan terus dilanjutkan hingga seluruh target terpenuhi guna menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Aceh pascabencana. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *