Maret 10, 2026
_7060_berkat-polri--petani-jagun_556888

JAKARTA bharindo.co.id Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperluas akses permodalan bagi petani binaan. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak maupun praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Dedi Prasetyo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keterbatasan modal selama ini sering menjadi kendala yang membuat petani terjebak dalam siklus utang.

“Pada tahun 2026 ini, Polri memfasilitasi akses permodalan langsung bagi petani melalui bank-bank Himbara. Tujuannya untuk memutus mata rantai tengkulak dan praktik rentenir yang selama ini membebani petani, sehingga mereka dapat bertani dengan lebih tenang dan sejahtera,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Melalui kerja sama tersebut, bank-bank yang tergabung dalam Himbara seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara memberikan akses pembiayaan kepada petani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian.

Skema pembiayaan tersebut menawarkan bunga ringan sekitar 3 hingga 6 persen per tahun. Selain itu, petani juga diberikan kemudahan dalam pengajuan pinjaman karena tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga mereka dapat memperoleh modal usaha tanpa harus mempertaruhkan aset pribadi.

Tidak hanya membuka akses pembiayaan, Polri juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui perluasan lahan tanam serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Data hingga Februari 2026 menunjukkan luas penanaman jagung nasional telah mencapai sekitar 135.723 hektare. Angka tersebut merupakan bagian dari target pengembangan hingga 1 juta hektare guna mendorong produksi jagung nasional melampaui 4 juta ton pada tahun ini.

Implementasi program ini juga telah berjalan di berbagai daerah, salah satunya di wilayah Polda Jawa Barat. Di daerah tersebut, dukungan kepada petani binaan tidak hanya diberikan melalui modernisasi alat mesin pertanian, tetapi juga melalui akses pembiayaan dari bank-bank Himbara.

Sebanyak 215 petani yang tergabung dalam 44 kelompok tani menerima bantuan alat dan mesin pertanian berupa hand tractor, pompa air, serta hand sprayer guna meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas hasil panen.

Selain itu, para petani juga difasilitasi memperoleh pinjaman modal usaha berbunga rendah melalui skema KUR. Dengan dukungan tersebut, kebutuhan bibit, pupuk, hingga sarana produksi pertanian dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada tengkulak maupun praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

Melalui program ini, Polri berharap para petani dapat semakin mandiri dalam mengembangkan usaha pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong produktivitas sektor pertanian di berbagai daerah di Indonesia. (dns***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *